Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Dream - Bursa saham syariah belum berhenti menanjak. Tak terpengaruh gerak harga saham sektor keuangan yang melemah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) melaju seharian di zona positif.
Laju penguatan indeks saham Indonesia juga sedikit berkurang setelah pemodal asing mulai mengerem aksi beli saham. Nett buy asing berkurang separuhnya menjadi sekitar Rp 849 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 13 Juli 2016, indeks ISSI menanjak 2,15 poin (1,28%) ke level 170,009. ISSi kembali menorehkan rekor level tertinggi sepanjang 2016.
Indeks saham bluechips syariah, JII, juga ikut menguntit ISSI dengan menguat 11,336 poin (1,61%) ke level 714,391.
Meski cukup besar, transaksi perdagangan saham syariah mulai berkurang dengan nilai Rp 4,74 triliun. Dari 41,91 miliar saham yang ditransaksikan, sebanyak 111 emiten ISSI berhasil ditutup menguat. Sementara 68 lainnya tertekan aksi jual dan 66 emiten ISSI bertahan stagnan.
Emiten sektor keuangan menjadi satu-satu indeks sektoral yang ditutup melemah dengan koreksi 0,75 persen. Sementara indeks sektor pertambangan melejit dengan naik 3,48 persen, disusul infrastruktur 2,02 persen, dan pertanian 0,93 persen.
ISSI memulai perdagangan saham di zona hiaju dan terus bergerak menguat sepanjang perdagangan. ISSI hanya sempat turun ke level terendah 167,988 dan berhasil kembali mengamuk dan mencetak level tertingginya di sesi penutupan perdagangan.
Saham perusahaan tambang pelat merah, PTBA, mengukir kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.025 per saham. Pencetak top gainer lainnya adalah INTP dan UNTR yang naik Rp 650, UNVR Rp 625, dan LPPF Rp 475 per saham.
Berbeda dengan PTBA, produsen semen pelat merah, SMGR justru menghuni pemuncak top losser JII setelah turun Rp 300 per saham. Disusul AKRA Rp 100, ICBP Rp 50, PTPP Rp 40, dan BSDE Rp 10 per saham.
Sementara itu kurs rupiah yang kemarin sore bergerak melemah, kali ini ditutup menguat. Rupiah naik 29 poin (0,22%) menjadi Rp 13.077 per dolar AS.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa