Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah berhasil menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau. Pulihnya emiten tambang menambah daya laju pasar modal Indonesia.
Semakin berkurangnya aksi jual investor asing juga membuat pemodal lokal lebih berani kembali melantai.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 22 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,525 poin (1,10%) ke level 140,714.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga menanjak 9,898 (1,53%) ke level 590,674.
Dengan sentimen penguatan regional serta tanda-tanda pemulihan harga minyak mentah dunia, pemodal memang cukup yakin untuk kembali mengoleksi saham.
Indikasi ini terlihat dari laju bursa saham syariah yang bergerak positif sepanjang perdagangan. ISSI tercatat menyentuh level tertinggi di 140,790 sedangkan JII sempat terangkat ke 590,699.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit mengalami kenaikan dengan nilai Rp 3,32 triliun. Aksi beli mengangkat 96 emiten ISSI ke zona positif dan 78 lainnya tertekan aksi jual.
Indeks JII juga tengah berpesta setelah 23 emiten ditutup menguat jelang libur akhir pekan.
Selain emiten tambang yang menanjak 2,52 persen, saham-saham yang menjadi incaran muncul dari sektor industri aneka yang nak 2,84 persen, dan infrastruktur 2,03 persen.
Emiten perdagangan menjadi satu-satunya sektor yang dihindari pelaku pasar usai turun tipis 0,05 persen.
Top gainer bluechips syariah kali ini dihuni oleh INTP yang menguat Rp 800, UNTR Rp 500, ITMG Rp 325, SMGR Rp 275, dan AALI Rp 175 per saham.
Sebaliknya, emiten JII yang harus gigit jari jelang liburan ini terdiri dari LPPF yang turun Rp 300, UNVR Rp 200, SSMS Rp 65, AKRA Rp 25, dan MPPA RP 10 per saham.
Melesatnya indeks Hang Seng dan Nikkei juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup signifikan. IHSG menguat 42,618 poin (0,97%) ke level 4.456,744.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini juga ikut bergerak menguat. Naik 70 poin (0,50%), rupiah bertengger di level 13.836 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya