Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Laju inflasi yang terkendali ditambah surplus perdagangan Indonesia membawa bursa saham nasional melaju positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mempertahankan laju positif hingga sesi penutupan perdagangan.
Penutupan IHSG pada perdagangan Senin, 1 September 2014 menguat 40,75 poin (0,79%) ke level 5.177,61. Penguatan ini ditopang menguat harga saham dari 140 emiten.
Di awal bulan ini, transaksi perdagangan saham mencapai 4,79 miliar dengan nilai mencapai Rp 3,39 triliun.
Emiten-emiten perkebunan dan konstruksi menjadi sektor saham yang masih tertinggal di zona merah. Selebihnya, indeks sektor saham bergerak di zona hijau.
Penguatan indeks bursa saham Indonesia terjadi di tengah aksi jual investor asing yang membukukan nett sell sekitar Rp 100 miliar.
Pada sesi pra pembukaan perdagangan tadi pagi, IHSG telah menanjak mantap dengan menguat 23,08 poin (0,45%) ke level 5.159,94.
Sentimen ceriah dari data ekonomi terbaru Indonesia juga membawa dua indeks saham syariah ke zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,21 poin (0,71%) ke level 170,19.
Sebanyak 24,53 miliar saham telah ditransaksi pemodal sepanjang perdagangan di awal pekan ini. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 2,35 triliun.
Tercatat 94 emiten syariah mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau. Namun, 92 lainnya masih mendekam di teritori negatif.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 20 emiten dalam daftar Jakarta Islamic Index (JII) bergerak menguat. Penguatan ini membawa indeks JII menutup perdagangan di level 699,49 atau menguat 8,34 poin (1,21%).
Nilai transaksi perdagangan saham bluechips syariah mencapai Rp 1,38 triliun dengan 4,38 miliar yang ditransaksikan.
Penguatan bursa saham Indonesia di awal pekan ini seiring dengan beberapa pasar modal utama di Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat menguat 0,34 persen begitu pula Hang Seng yang naik tipis 0,04 persen. Dari pasar keuangan, laju rupiah berada di level 11.716 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya