Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mengawali perdagangan di bulan September 2014, bursa saham Indonesia langsung bergerak menguat. Indeks rebound setelah akhir pekan lalu mengalami koreksi.
Rebound kali ini terjadi menjelang pengumuman data ekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 1 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 23,08 poin (0,45%) menuju ke level 4.159,94.
Penguatan IHSG berlanjut di sesi pembukaan setelah naik 23,3 poin menjadi 5.160,17. Rebound yang terjadi di awal pekan ini didukung oleh sebagian besar indeks sektor saham yang juga bergerak menguat.
Di awal perdagangan ini, sebanyak 165,11 juta saham telah ditransaksikan pemodal saham. Uang yang berputar mencapai Rp 154 miliar.
Aksi rebound juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat ke level 169,33. Hingga sekitar 30 menit perdagangan pertama, indeks ISSI sudah menguat 0,62 poin (0,36%) ke level 169,6.
Sebanyak 75 emiten syariah sudah mulai bergerak di zona hijau sementara 44 lainnya masih tertinggal di kawasan merah. Nilai transaksi perdagangan di awal sesi ini mencapai Rp 401,24 miliar.
Hal yang sama terjadi pada indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 693,74. Saat ini, indeks JII terus bergerak menguat dengan kenaikan 3,74 poin (0,54%) ke level 694,87.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 21 emiten telah bergerak menguat sementara 7 lainnya masih melemah.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan tekanan jual yang terjadi pada hari Jumat sore kemarin, sepertinya hanya tekanan jual sesaat. Alasannya, hingga pagi hari ini, tidak terlihat adanya berita yang cukup besar untuk menggerakkan harga hingga seperti itu.
Dengan minimnya sentimen dari bursa regional, IHSG hari ini diperkirakan bakal mengalami teknikal reboud, ditengah para pemodal yang sedang menunggu pengumuman angka neraca perdagangan di bulan Juli, serta angka inflasi Agustus yang akan diumumkan oleh BPS siang nanti.
" IHSG bakal bergerak bervariasi pada kisaran sempit, 5125 - 5165. Hanya penutupan diatas resisten 5165 yang akan memberikan signal positif bagi pergerakan IHSG," kata Satrio. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya