Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Stabilitas keuangan tidak dapat dibangun dalam sehari, tetapi membutuhkan kerja keras dan disiplin dalam mengelola keuangan.
Namun, sebelum bisa membangun stabilitas keuangan ini, Anda harus membuat beberapa keputusan, seperti enam hal berikut ini yang dikutip dari lifehack, 5 Juni 2015.
1. Hilangkan semua utang
Jika Anda memiliki kartu kredit atau utang yang belum dibayar, Anda harus menyingkirkan mereka secepat mungkin dan menghindari membuat utang baru. Meskipun utang bermanfaat (jika menggunakannya untuk melakukan investasi), sebaiknya Anda tidak pernah membuat utang untuk membeli barang konsumsi. Jika tidak mampu membeli sesuatu yang menyenangkan dengan segera, Anda tidak perlu ngotot untuk memperolehnya. Bersabarlah.
2. Sediakan uang darurat
Pikirkan tentang berapa banyak Anda menghabiskan uang rata-rata setiap bulan. Setelah itu prioritaskan membuat uang cadangan setidaknya untuk 3-6 bulan untuk menjaga jika sewaktu-waktu Anda kehilangan sumber utama penghasilan.
3. Pikirkan tentang asuransi kendaraan
Segera ambil asuransi kendaraan jika saat ini Anda belum memilikinya. Anda mungkin berkata kepada diri sendiri bahwa Anda adalah seorang sopir yang berhati-hati, bahwa Anda belum pernah mengalami kecelakaan sepanjang hidup Anda, atau bahwa Anda tidak mampu membelinya. Tapi masalahnya, Anda tidak sendirian di jalan.
Meski Anda berusaha menjadi pengemudi paling hati-hati di dunia, itu tidak menjamin pengemudi lain melakukan kesalahan di jalan yang mungkin berakibat fatal bagi Anda. Jadi pelajari asuransi kendaraan dan pastikan Anda telah melindungi diri terhadap segala kemungkinan.
4. Membeli emas
Emas satu-satunya komoditas yang tetap bertahan dari semua krisis, resesi dan gangguan ekonomi dunia, yang pernah dikenal dalam sejarah. Jika Anda mengejar stabilitas keuangan, makalah belilah emas fisik. Sebaiknya menghindari membeli emas non fisik seperti investasi emas online atau berjangka. Selain itu, hati-hati dengan penipuan beberapa lembaga yang mengiming-imingi emas sebagai penukar uang yang Anda setorkan ke mereka.
5. Segeralah menabung
Banyak orang muda saat ini menunda perencanaan pensiun mereka sampai saat-saat terakhir. Ini merupakan pilihan yang salah. Tidak peduli berapa usia Anda.
Selain itu, jika Anda mulai menyisihkan uang di usia 20-an, Anda akan takjub dengan jumlah uang Anda saat memasuki pensiun nanti. Jadi segera mulai menabung dari sekarang dan tingkatkan hingga batas maksimum.
6. Pikirkan tentang keluarga
Bagaimana pun bahagianya kehidupan keluarga kita, tentu ada masa-masa yang diliputi kesusahan dan tragedi. Untuk itu Anda harus memikirkan stabilitas keuangan keluarga Anda, entah itu istri, anak, orang tua atau bahkan Anda sendiri. Mungkin Anda akan membelikan asuransi kesehatan atau menulis surat wasiat untuk mereka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya