Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perusahaan analisis data dan media sosial Tagmemics telah mengumpulkan data, menggunakan analisis terhadap lebih dari 10 ribu ulasan di situs perjalanan wisata TripAdvisor dalam sembilan bulan terakhir.
Analisis data itu kemudian diolah untuk menentukan hotel terbaik dan terburuk di Timur Tengah. Selain itu Tagmemics juga menggunakan analisis data itu untuk menentukan bagaimana hotel-hotel melakukan bisnisnya secara online.
Analisis yang digunakan oleh Tagmemics untuk memeringkat hotel disebut analisis sosial yang didasarkan pada pengoperasian dan pelayanan hotel serta pengalaman tamu hotel di Timur Tengah.
Menurut analisis mereka, yang dikutip dari Arabian Business, Jumat, 4 September 2015, hotel terbaik di Timur Tengah adalah Hotel Ritz-Carlton. Hotel ini memperoleh ulasan positif tertinggi dari hotel lainnya. Sebanyak 26,3 persen tamu menganggap Hotel Ritz-Carlton sebagai yang terbaik, unggul, atau menakjubkan di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu Hotel Sofitel diklaim sebagai hotel terburuk di Timur Tengah. Hotel ini memperoleh ulasan negatif tertinggi dengan persentase mencapai 10,8 persen di antara pengunjung TripAdvisor.
Hanya mengukur keterlibatan media sosial atau reputasi saja tidak lagi cukup untuk mengangkat merek hotel.
" Konten di media sosial adalah sumber yang belum dimanfaatkan dan merupakan data intelijen terbesar," kata Tatjana de Kerros, pendiri Tagmemics.
Konten sangat penting bagi semua industri yang ingin tetap kompetitif di era big data seperti saat ini.
" Menggunakan teknologi analisis sosial yang canggih sebuah merek dapat memperoleh tidak hanya pengetahuan mendalam tentang konsumen, tetapi memperkuat semua aspek operasi mulai dari layanan pelanggan, penjualan, pengembangan bisnis dan analisis perkiraan," ujar de Kerros. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya