Ilustrasi
Dream - Bandara Internasional Mattala Rajapaksa yang dibangun oleh mantan orang nomor satu di Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, kini berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan beras.
Dilansir dari Channel NewsAsia, Kamis 3 September 2015, bandara yang tadinya menjadi simbol kekuatan era Rajapaksa itu terpaksa dinonaktifkan pasca terjadi beberapa peristiwa gagal lepas landas di sana.
Bandara Internasional Rajapaksa terletak di antara area pertanian Hambantota, 250 kilometer dari kota Colombo. Di wilayah ini kerap terjadi migrasi satwa liar dan burung-burung hingga menyebabkan terjadinya pesawat gagal lepas landas atau bahkan nyaris bertabrakan.
Untuk mengurangi kerugian akibat tidak beroperasinya bandara itu, kini pemerintah Sri Lanka memanfaatkan bandara tersebut untuk menyimpan beras-beras hasil panen dari daerah Hambantota.
" Satu terminal kargo telah digunakan untuk menyimpan panen dari daerah Hambantota," ujar salah seorang pejabat bandara yang enggan disebutkan namanya.
Meski begitu, saat ini masih ada satu maskapai penerbangan bertarif murah yang menggunakan bandara ini, yakni Fly Dubai.
Bandara Internasional Rajapaksa sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak 'buah' proyek pembangunan infrastruktur yang dicetuskan oleh Mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa.
Sebelum terealisasi, proyek ini banyak dikritik lantaran dianggap tidak dirancang dengan baik serta mengabaikan studi kelayakan lingkungan.