Roti Tamis Dan Ful (Sumber: Www.esamkabli.com)
Dream - Warga kota Madinah, Arab Saudi memiliki menu wajib yang nyaris tak pernah mereka lewatkan setiap sarapan pagi. Roti Tamis, sebuah roti pipih dengan bumbu khas serta hangatnya teh manis menjadi menu utama yang selalu mereka santap sebelum memulai aktivitas.
Awalnya, roti ini merupakan makanan khas orang Arab Yaman. Namun kini sudah menjadi makanan sehari-hari warga Saudi termasuk di Madinah.
Roti Tamis berbahan dasar tepung gandum yang diadoni dan dibuat tipis, kemudian dibakar di dalam tungku tanah. Proses pembakarannya terbilang unik, yakni dengan cara menempelkan adonan roti di dinding tungku yang sudah panas dengan semburan api dari bawah.
Ketika sudah terlihat matang merata dengan warna agak coklat kehitaman, baru diangkat dari tungku. Roti Tamis memiliki rasa khas, renyah dengan sedikit aroma hangus.
Roti ini biasa disantap dengan bumbu yang diberi nama Ful. Ful merupakan kacang merah yang dihaluskan hingga menjadi semacam bubur kental. Ful ditaburi sedikit bubuk kamon (sejenis jintan) dan garam serta dibubuhi juga acar tomat dengan sedikit minyak zaitun.
Roti Tamis lengkap dengan bumbu Ful banyak dijajakan oleh warung-warung di Madinah, Arab Saudi. Cukup mengeluarkan 2 hingga 5 riyal, kita sudah bisa mencicipi lezatnya roti tamis dengan cocolan Ful.
Jemaah haji atau umrah yang berada di Tanah Suci banyak pula yang tertarik untuk mencicipi menu khas warga Arab ini. (Ism)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah