Donutopia (Sumber: Www.odditycentral.com)
Dream - Membayar 100 dolar AS atau Rp 14 juta untuk sebuah donat mungkin terdengar gila. Namun harga tersebut nampaknya layak untuk donat yang satu ini.
Donutopia layak menjadi donat termahal di dunia. Pasalnya donat ini merupakan sebuah mahakarya kuliner yang menakjubkan. Donutopia dibuat dari bahan-bahan yang tak biasa, yakni serpihan emas 24 karat serta 'gula-gula' berlian.
" Pembuatan donat ini memakan waktu tiga sampai lima jam," ujar Jeanne Kaminski, asisten pemilik restoran Dolicious Donuts, Canada, tempat di mana Donutopia diciptakan.
Dilansir dari laman Oddity Central, awalnya restoran ini terinspirasi oleh pelanggan setia mereka yang ingin meminta donat spesial untuk melamar kekasihnya. Ia memesan donat yang dihias cantik sebagai 'bantalan' cicin pertunangan.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat sesuatu yang benar-benar mengesankan. Kemudian, terciptalah donutopia. Karena pelanggan tersebut begitu terkesan dengan donutopia, mereka memutuskan untuk memasukkannya ke dalam menu reguler.
Harga 100 dolar AS yang terbilang cukup mahal, ternyata tak menyurutkan minat pelanggan untuk mencicipi donutopia. Donat ini laris dipesan pelanggan.
" Terasa menari-nari di lidah saya, seperti pesta disko. Mhmm! Tentu layak untuk 100 dolar AS," kata seorang pelanggan yang telah mencoba donutopia.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah