Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng. (Sumber: Antara Foto)
Dream – Konglomerasi di Indonesia tumbuh pesat belasan tahun ini. Bahkan, konglomerasi perusahaan menjadi pelaku ekonomi terbesar di Indonesia.
“ Dalam 15 tahun, konglomerasi perusahaan nasional berkembang pesat,” kata mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng, dalam acara “ 12th World Islamic Economic Forum” di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2016.
Tanri mencontohkan perusahaan rokok. Kini, perusahaan rokok mengembangkan sayapnya ke sektor-sektor usaha lain. “ Sekarang, telah memiliki bank dan perkebunan,” kata dia.
Apa penyebab konglomerasi tumbuh pesat? Tanri mengatakan alasannya adalah pemerintah yang memberikan stimulus bagi konglomerasi. Tapi, tak disebutkan apa contoh stimulus yang diberikan oleh pemerintah.
Selain itu, kata dia, ada juga pelaku ekonomi terbesar, yaitu perusahaan BUMN.
“ Saya adalah menteri BUMN yang pertama. Tahun-tahun lalu asetnya hanya US$150 miliar, sekarang US$600 miliar. Pertumbuhannya sangat cepat lewat lembaga bisnis yang berbeda dan terus tumbuh,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya