Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Bisakah Dinar Dijadikan Alat Investasi? (Foto: Golddinar.co.id)
Dream – Selain sebagai perhiasan, emas kini juga sudah banyak dipilih sebagai salah satu bentuk investasi. Selain logam mulia berupa emas batangan, masyarakat juga sudah mulai banyak yang mengenal kepingan dinar dan dirham.
Dinar biasanya berupa kepingan logam emas sedangkan dirham terbuat dari perak.
Nah, dinar ini kerap digunakan sebagai alat transaksi jual beli. Tapi, alat pembayaran ini biasanya berlaku dalam komunitas tertentu. Uang dinar biasanya memiliki bobot 4,25 gram berukuran 22 karat dan memiliki sertifikat.
Walaupun terbuat dari emas, pertanyaannya, apakah dinar ini bisa dijadikan investasi? Lebih untung mana daripada emas?
Pawning Alliance Officer Pawning Group PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Syahrial, menganjurkan memilih emas untuk dijadikan alat investasi.
“ Saya menyarankan emas,” kata Syahrial ketika berkunjung ke redaksi Dream.co.id di Jakarta, ditulis Sabtu, 21 Januari 2017.
Dia mengatakan harga dinar stabil, bahkan bisa lebih tinggi jika berada di komunitasnya. Namun, di luar komunitasnya, harga dinar bisa jadi tidak stabil. Misalnya, satu dinar 22 karat dengan berat 4,25 gram itu harganya Rp2,5 juta. Ketika dijual kembali di luar komunitas, harganya bisa turun jadi Rp2,4 juta. Tapi, di dalam komunitas, harga jual kembali, bisa tinggi, yaitu Rp2,9 juta.
“ Standar buy back-nya bisa lebih mahal,” kata Syahrial.
Tidak hanya itu, Syahrial mengatakan dinar ini tergolong sebagai perhiasan. Jadi, dia bisa terkena pajak. Berbeda dengan emas batangan yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Persero).
“ Emas yang dikeluarkan Antam itu termasuk bahan baku. Jadi, tidak dikenakan pajak,” kata dia.
Sekarang pilihan tinggal kepada Sahabat Dream, ingin investasi emas logam mulia dengan kadar 24 karat atau dinar 22 karat?
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele