Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Dan IHSG Memerah Hari Ini, Senin 24 September 2018. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves) sepertinya masih menjadi momok bagi pelaku investor. Sentimen pertemuan itu membuat pelaku pasar menahan diri melantai di bursa saham.
Aksi tahan diri ini membuat sejumlah indeks acuan termasuk tiga indeks saham syariah kembali jatuh ke zona merah. Kurs rupiah terhadap dollar AS juga kembali ke menembus level Rp14.800.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 24 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terpangkaps 1,564 poin (0,89%) ke level 175,068.
Tanda-tanda pelemahan ISSI terlihat di awal perdagangan saat dibuka memerah di level 176,503. ISSI sempat bangkit dan hanya bisa menembus level tertingginya 176,699 dan selanjutnya menghabiskan sisa waktu perdagangan di zona merah tergelincir.
Dengan hanya 1 bluechips syariah yang menguat, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak bisa berbuat banyak. JII terkoreksi 9,010 poin (1,37%) ke level 648,689 setelah 24 emiten tersungkur.
Sementara Indeks JII70 terpangkas 2,170 poin (0,99%) ke level 216,688.
IHSG terkoreksi 75,524 poin (1,27%) ke level 5.882,220.
Sentimen negatif enggannya pelaku pasar melantai terlihat dari nilai transaksi yang turun tajam. Di awal pekan ini hanya tercipta transaksi senilai Rp2,98 triliun dari 41,45 miliar lembar saham yang diperdagangkan hingga paska-penutupan.
Aksi investor ini membuat seluruh indeks sektoral ditutup melemah. Penjualan saham terbanyak terjadi di indeks barang konsumsi yang turun sampai 1,59 persen, pertambangan 1,56 persen, dan infrastruktur 1,53 persen.
Satu-satunya saham bluechips syariah yang bergerak menguat adalah TPIA dengan kenaikan harga hanya Rp25.
Sisanya mengalami koreksi harga dan bertahan stagnan. Pelemahan harga saham terbesar di jajaran emiten keping biru syariah terjadi pada saham ITMG sebesar Rp975, UNTR Rp850, INTP Rp400, SMGR Rp175, dan ICBP Rp150
Dolar AS kembali menguat. Mata uang Paman Sam ini tak lagi berada di posisi Rp14.700.
Pada jam 16.22, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 59 poin (0,40%) ke level Rp14.875. Dolar AS menguat seharian setelah berada di posisi Rp14.838 ketika pembukaan perdagangan dan bertengger di level tertinggi di Rp14.886.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya