Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Satu hal yang harus diperhatikan karyawan dalam dunia kerja adalah dia bisa dipecat dari perusahaan jika melakukan kesalahan. Terlebih, jika kesalahan yang diperbuatnya adalah kesalahan fatal.
Ini fakta. Tentu saja perusahaan punya penilaian terhadap karyawan sebelum mencoret dia dari daftar pegawai perusahaan.
Dilansir dari The Muse, Selasa 16 Mei 2017, ada tiga kesalahan paling fatal yang dilakukan karyawan yang membuat perusahaan tak ragu untuk memecatnya.
Pertama, mencuri barang-barang kantor. Memang, di kantor ada barang-barang yang membuat karyawan tergoda untuk mengambilnya. Seperti mouse, kertas, camilan, dan teh.
Tak jarang, karyawan mengambilnya untuk kebutuhan pribadi. Ingat, barang-barang kantor itu dibeli dengan dana perusahan untuk kebutuhan perusahaan, bukan untuk pribadi. Jika ketahuan, perusahaan tidak akan segan untuk memberikan peringatan kepada si panjang tangan, bahkan langsung memberikan surat pemecatan.
![]()
Kedua, menindas atau melakukan pelecehan seksual. Satu hal yang harus diketahui, pelecehan seksual atau penindasan di tempat kerja itu tidak bisa ditoleransi dan berpeluang besar membuat seseorang untuk dipecat.
Misalnya, mengancam atau mengirimkan sebuhah pesan elektronik kepada seseorang yang dibenci ketika mereka melakukan kesalahan dalam pekerjaan.
Ingat, menindas seseorang bisa menjadi alasan utama seorang karyawan kehilangan pekerjaannya. Jadi, tetaplah bersikap ramah, perhatian, dan menghormati orang lain jika ingin kariernya aman.

Yang ketiga, tidak mengerjakan pekerjaan. Tidak jarang karyawan berhubungan dengan masalah yang membuatnya tidak merampungkan pekerjaannya. Atau, mereka memerlukan motivasi untuk menggenjot kinerjanya.
Tidak merampungkan pekerjaan atau tidak mengerjakannya sama sekali bisa berakibat pemecatan dari perusahaan. Kalau tidak ingin hal ini terjadi, usahakan kerjakan pekerjaan itu. Jika memerlukan waktu tambahan, diskusikanlah kepada atasan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya