Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Menerima Penghargaan Global Islamic Finance Leadership Award 2016 (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo berjanji akan mendorong ekonomi syariah di Indonesia bisa lebih berkembang. Ini mengingat potensi pasar yang bisa digarap sangat besar.
Janji tersebut disampaikan presiden Pada gelaran ini, Jokowi mendapat penghargaan Global Islamic Finance Leadership Award 2016 disela International Conference on Islamic Finance 2016 di Jakarta.
" Dari 252 juta penduduk Indonesia, 216 juta adalah Muslim. Inilah sebuah peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mendorong ekonomi syariah berkembang di Indonesia," ujar Jokowi dalam Global Islamic Finance Awards, dikutip dari setkab.go.id, Jumat, 30 September 2016.
Jokowi mengatakan saat ini hanya sekitar 5 persen potensi yang ekonomi syariah yang telah tergarap. Masih ada 95 persen potensi yang belum tersentuh dan masih bisa dikembangkan.
" Inilah yang akan terus saya dorong, akan terus saya dorong. Karena kita sudah mempunyai Undang-undang Perbankan Syariah, sudah ada," kata Jokowi.
Tidak hanya itu, kata Jokowi, potensi ekonomi syariah untuk berkembang sangat besar. Ini lantaran Indonesia telah memiliki sejumlah payung hukum untuk ekonomi syariah seperti UU Sukuk, UU Asuransi Syariah, serta Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).
Selain itu, Jokowi juga memprioritaskan perkembangan ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Sehingga, kata dia, seluruh instrumen tersebut dapat memperkuat pengembangan ekonomi syariah.
" Keuangan, bisnis, saya kira masih terbuka lebar. Perbankan, asuransi, pariwisata halal, industri halal, daging, kosmetik, saya kira masih banyak sekali. Potensi yang ada ini saya persilakan Bapak Ibu sekalian untuk mengambil peluang secepat-cepatnya," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan agar pelaku industri ekonomi syariah Tanah Air untuk belajar dan berbagi ide dengan penerima GIFA Award. Diharapkan hal ini dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan ekonomi syariah secara global.
" Saya harap pemenang dari GIFA tahun ini bisa berbagi pengalaman dan ide, jadilah sebuah inspirasi sehingga kita semua bisa belajar, bisa terinspirasi dengan pengalaman tersebut, dan bisa terjun ke lapangan untuk mengembangkan lebih banyak produk dan pelayanan yang juara untuk ekonomi syariah di seluruh dunia," kata Jokowi.
Sementara itu, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan pemerintah sangat mendukung perkembangan sektor keuangan syariah. Ini ditunjukkan melalui master plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia yang memberikan arah strategis pengembangan keuangan syariah Indonesia.
" Dengan demikian, Indonesia tidak diragukan lagi, memiliki potensi yang luar biasa untuk lebih mengembangkan keuangan syariah dunia," kata Muliaman.
Indonesia berada di peringkat ke-6 dari 28 negara yang menjalankan ekonomi syariah. Peringkat tersebut didasarkan pada survei yang dijalankan oleh Islamic Financial Country Index.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya