Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kecelakaan Maut Terjadi Lagi Di Jalur Puncak.
Dream – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan fakta mengejutkan terkait bus pariwisata tak berizin. Data Dirjen Perhubungan Darat menyebutkan jumlah bus ini hampir menyamai jumlah bus pariwisata yang berizin dan berdokumen lengkap.
Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Angkutan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana, mengatakan perusahaan bus pariwisata dan angkutan yang berdokumen lengkap ada 1.607 perusahaan dengan jumlah armada 13.185 unit.
Sayangnya, dia tidak menyebutkan berapa jumlah bus ilegal. “ Jadi, diperkirakan hampir sama jumlahnya yang ilegal dengan yang legal,” kata dia di Jakarta, ditulis Selasa, 2 Mei 2017.
Cucu mengatakan munculnya dua kecelakaan maut di Puncak, Bogor, dan Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, mendorong kementeriannya segera menggelar razia bus ilegal.
Nantinya, Kemenhub akan bekerja sama dengan polisi dan organisasi angkutan darat (organda). “ Dengan kejadian dua kecelakaan bus, maka wajib diperiksa,” kata dia.
Dua kecelakaan maut terjadi pada Sabtu, 22 April 2017 di Puncak, Bogor, serta pada Minggu, 30 April 2017 di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan pertama terjadi akibat bus pariwisata HS Transport mengalami rem blong.
Bus itu menghantam 11 mobil di jalur Puncak. Empat orang dilaporkan meninggal dalam insiden ini.
Sementara kecelakaan kedua terjadi di Jalan Raya Puncak, Ciloto, Cianjur, Jawa Barat pada Minggu 30 April 2017. Kecelakaan ini disebabkan bus pariwisata Kitrans mengalami rem blong.
Bus tersebut meluncur ke dalam jurang. Sebanyak 11 orang meninggal dan 42 orang mengalami luka-luka dalam insiden ini. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya