Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (http://www.wired.com/)
Dream - Sekitar 15 persen penduduk kaya di Uni Emirat Arab (UEA) ternyata menyimpan mimpi besar. Lama hidup di negara gurun, membuat para hartawan ini berharap suatu saat ini bisa membeli rumah ski di kawasan bersalju.
Mimpi ini bukanlah cerita belaka. Laporan konsultan properti dunia, Knight Frank melaporkan 15 persen hartawan UEA mengaku tertarik membeli rumah ski.
Laporan bertajuk Knight Frank’s 2014 Prime Ski Property Index menemukan sebanyak enam persen dari deretan orang kaya UEA dengan harta lebih dari US$ 30 juta atau Rp 361,8 miliar tertarik membeli rumah di lereng bukit bersalju.
Jumlah ini memang masih lebih rendah dibandingkan hartawan Inggris (10 persen) dan Singapura serta Hong Kong (11 persen).
Dalam hal harga, Knight Frank menemuka rata-rata villa mewah yang berlokasi di 20 resort top dunia mencetak kenaikan harga 5,9 persen hingga akhir Juni 2014. Tahun lalu kenaikan hanya mencapai 4,6 persen.
Secara keseluruhan, Amerika bagian utara mengalami kinerja lebih baik dibandingkan Eropa. Di kawasan ini, pertumbuhan rata-rata harga villa ski naik 13,3 persen, jauh lebih tinggi dari Eropa sebesar 1 persen.
Namun, harga rumah ski di Amerika Utara stagnan di level 9,9 persen, lebih rendah dari 2008.
Hingga akhir Juni ini, Knight Frank's cabang Alpine melaporkan calon pembeli rumah ski berasal dari Eropa dengan porsi 60 persen. Sementara dari kawasan Asia dan Timur Tengah mengambil porsi 12 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya