Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Berkumpul Di Mina, Arab Saudi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ketersediaan fasilitas toilet di Mina yang tidak memadai menjadi masalah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terutama untuk musim haji tahun ini.
Mengantisipasi persoalan tersebut, Tim Haji Kementerian Agama (Kemenag) berembug dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Salah satu usulan dari rembugan tersebut adalah ditambahnya fasilitas toilet.
" Saat ini, toilet di Mina masih sangat minim sehingga menyebabkan antrean yang padat," ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis, dikutip Dream dari kemenag.go.id, Senin, 2 April 2018.
Sri Ilham mengatakan fokus itu didasarkan atas survei Badan Pusat Statistik. Survei itu menyatakan indeks kepuasan jemaah haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina selama musim haji 2017 menduduki peringkat terendah.
Selain persoalan toilet, Sri Ilham juga mengusulkan penambahan rasio luas akomodasi per jemaah di tenda Arafah dan Mina. Dia juga berharap Kementerian Haji Saudi dapat menambah jumlah dapur katering.
" Demikian pula jumlah dapur katering di masing-masing maktab tidak sama sehingga masih ditemukan penyedia layanan katering yang menggunakan dapur gabungan,” ucap Sri Ilham.
Sementara itu, tiga masalah pokok lain yang juga dibahas yaitu saluran penyampaian komplain jemaah haji, pengenaan retribusi air, dan kejelasan aturan pembayaran visa 2000 riyal Saudi untuk jemaah yang pernah berhaji.
Deputi Urusan Haji Kementerian Haji Saudi Husein Syarief mengatakan ketersediaan toilet di Mina memang masih jauh dari ideal. Pemerintah Saudi, kata Husein, dalam dua tahun terakhir terus mengupayakan penambahan toilet di Mina.
Saudi juga mengizinkan Indonesia untuk mengadakan toilet tambahan bekerja sama dengan pihak Muasasah.
Mengenai terbatasnya jumlah dapur di Mina, Husein Syarief menyarankan agar jemaah haji diberi makanan siap saji yang diawetkan. Sehingga penyiapan dan penyajiannya lebih cepat dan sederhana tanpa perlu adanya dapur.
Adapun tentang ketentuan pembayaran visa 2000 riyal, Husein mengatakan aturan itu berlaku hanya untuk jemaah haji yang pernah melaksanakan haji sebelumnya. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi para petugas haji, baik yang menyertai jemaah maupun petugas non-kloter.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya