Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri BUMN, Rini Soemarno. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Sahabat Dream, ada yang menarik dari karier Menteri BUMN, Rini Soemarno. Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat, ini tak pernah bercita-cita sebagai seorang menteri.
Usai menamatkan kuliah, Rini muda hanya ingin menjadi seorang insinyur.
“ Saya tidak pernah bercita-cita menjadi menteri. Saat kecil saya justru punya cita-cita ingin jadi insinyur. Aneh kan? Perempuan kok malah ingin bangun-bangun gedung, pabrik, dan sebagainya,” kata dia di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 30 April 2018.
Rini mengatakan keinginan tu tebersit karena orang tuanya membebaskannya belajar ilmu apa pun.
Karier Rini di dunia profesional dimulai dengan menjalani training di perusahaan keuangan internasional, Citibank. Rini yang kala itu berusia 24 tahun memilih belajar ilmu ekonomi karena ingin meneruskan jejak langkah sang ayah.
Usahanya tidak sia-sia. Rini pernah menjabat sebagai direktur keuangan Astra Internasional pada usia 31 tahun. Posisi tertinggi diperoleh Rini di perusahaan otomotif terbesar Indonesia dengan menjadi direktur utama pada usia 39 tahun.
Dia juga terpilih sebagai menteri perindustrian dan perdagangan pada tahun 2001-2004 dan menteri BUMN tahun 2014-sekarang. Ketika ditunjuk menteri, Rini berusia 42 tahun. Sekadar informasi, Rini juga menjadi menteri BUMN terlama selama 20 tahun ini.
Sepanjang kariernya, Rini mengaku telah membuktikan bahwa wanita mampu untuk menjadi lebih hebat daripada laki-laki.
Apa rahasia suksesnya? Rini mengatakan selalu berorientasi kepada hasil yang maksimal dari setiap tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
“ Jadi, sebagai perempuan, jangan pernah merasa beda atau lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Jangan itu dianggap sebagai hal yang menahan kita. Justru itu menjadikan kekuatan kita,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya