Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui perizinan usaha di Indonesia sangat rumit dan bertele-tele. Bahkan, dia sendiri pernah menyaksikan sendiri rumitnya mengurus perizinan usaha.
Dilansir dari situs setkab.go.id, Rabu 15 Juni 2016, di hadapan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) dan Asosiasi Profesionalis Elektrika Indonesia, Jokowi bercerita membuktikan sendiri kerumitan perizinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) di Indonesia.
" Saya datangi, coba saya mau ngerti mengurus SIUP itu yang benar berapa hari atau berapa jam sih. Saya datang nih syaratnya, di ketik komputer, tek tek tek tek tek… Saya rasa hanya dua menit rampung. Lah kok bisa berminggu-minggu? Saya tanya, ini sudah jadi kok bisa berminggu-minggu. Itu ruwetnya di mana," kata Jokowi di Jakarta.
Lalu, mantan gubernur DKI Jakarta ini diminta naik ke lantai 3 karena pejabat yang menandatangani perizinan ada di sana. Jokowi pun kesal karena persoalan tanda tangan ini menjadi sangat lama saat mengurus perizinan.
" Tanda tangan itu, kan, nggak sampai satu menit, ya ndak? Apa sih tanda tangan ini (bisa lama, padahal) 2-3 detik rampung gitu loh," kata dia.
Bahkan, Jokowi mengaku kesal dengan kepala kantor perizinan SIUP. " Saya sampai jengkel, saya naik ke atas ke lantai 3. Saya datangi. Untung saja kepala kantornya itu nggak ada. (Kalau) kepala kantornya ada. nggak tahu mungkin saat itu saya gaplok betul saat itu," kata dia.
Jokowi mengatakan kerumitan itu tak hanya terjadi saat mengurus SIUP, tapi juga mengurus perizinan untuk pembangkit listrik. Eks walikota Solo ini mengatakan diperlukan ada 59 perizinan di mana total lembar perizinannya sebanyak 270 lembar.
" Ini gila-gilaan. Kami sudah potong dari 59 izin menjadi 22 izin juga (waktu prosesnya) masih lama, masih 256 hari dan hampir setahun. Urusan apa ini? Kapan kita mau cepat? Nggak bisa. Artinya, ini problemnya bukan hanya di sektor kelistrikan. Semua sektor kita bermasalah," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya