Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi.
Dream - Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sudah seharusnya negara ini menjadi hub perdagangan produk keuangan syariah terutama reksa dana syariah global.
Dikutip dari keterangan tertulis Citi Indonesia, Rabu 15 Juni 2016, Indonesia sudah mengenal produk reksa dana syariah sejak tahun 1997. Namun, nilai aktiva bersih (NAB) bagi produk keuangan ini baru 7 persen dari Malaysia.
Untuk meningkatkan daya tarik pasar investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini menerbitkan peraturan tentang Penerbitan dan Persyaratan Syariah. Peraturan ini membuka pintu bagi reksa dana berbasis syariah globlal untuk memiliki portofolio luar negeri 51-100 persen.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengatakan aturan tersebut direspons positif oleh pelaku pasar modal. Dikatakan pada Februari 2016, telah diluncurkan tiga produk reksa dana syariah global, yaitu BNP Paribas Cakra Syariah USD, Manulife Saham Syariah Asia Pacific Dolar (MANSYAF), dan Schroder Global Sharia Equity Fund USD. Citi pun menjadi tiga bank kustodian dari tiga produk reksa dana syariah ini.
Sementara itu, Country Head Security Citi Indonesia, Imelda Sebayang, optimistis produk reksa dana syariah global akan menjadi alternatif investasi yang baik.
" Citi akan terus berkomitmen untuk menjadi rekan strategis OJK dan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha dalam memajukan pasar modal Indonesia untuk menjadi yang terdepan dalam kompetisi di pasar modal internasional," kata dia.
Menurut data OJK, ada April 2016 terdapat 101 reksa dana syariah dengan jumlah nilai aktiva bersih (NAB) sebesar Rp9,3 triliun, dimana pada 2011 jumlahnya hanya mencapai 50 reksa dana dengan NAB sebesar Rp5,5 triliun.
Data tersebut memperlihatkan jumlah reksa dana syariah di Indonesia yang terus tumbuh dan berkembang, dengan semakin bertambahnya masyarakat yang mengenal dan peduli akan produk investasi syariah, khususnya reksa dana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya