Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Adrian Maulana (Dream.co.id/Idho Rahaldy)
Dream - Presenter Adrian Maulana memiliki ketertarikan besar di bidang investasi pasar modal. Bahkan dia sudah mulai terlibat untuk bermain di instrumen reksa dana sejak 2005 silam.
Adrian mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan sebagai investor pasar modal adalah kesabaran. Termasuk dalam menahan diri untuk tidak mencairkan dana yang telah diinvestasikan dalam jangka panjang.
Meskipun pada 2015 lalu indeks saham sempat anjlok sampai 12 persen, Adrian tetap bersabar. Dia tetap optimistis apalagi dengan kenaikan indeks tahun ini yang baru mencapai tiga persen.
" Tahun ini strategi saya tidak terlalu agresif tapi saya tetap berinvestasi di pasar modal, dan saya tidak akan pernah mencairkan reksa dana saya dalam keadaan apapun," tutur Adrian saat dijumpai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, kemarin.
Diakui Adrian, dirinya memang pernah mencairkan reksa dana sekitar tahun 2009. Setelah merasakan peningkatan investasi hingga 40 persen, Adrian pun memutuskan kembali membuka rekening baru di tahun 2012.
Meskipun pasar saham sempat mengalami kelesuan, Adrian justru manfaatkan kondisi itu untuk membeli unit-unit reksa dana yang lebih banyak lagi. Dan sudah menjadi prinsipnya untuk selalu berinvestasi setiap bulan dalam kondisi apapun itu.
" Ini yang selalu saya coba share ke orang-orang untuk menyisihkan sebagian penghasilan agar berinvestasi karena saya sudah merasakan sendiri gurihnya," imbuh Adrian.
Menurut dia, kedisiplinan dalam berinvestasi dapat menjadi pengganti tabungan. Tetapi terarah dengan lebih jelas, sehingga hasilnya dapat dialokasikan untuk perencanaan yang lebih bermanfaat seperti naik haji dan umroh ataupun membeli rumah.
" Atau yang sifatnya sekadar jalan-jalan dan menikah kalau kita punya perencanaan yang matang dalam berinvestasi maka bisa kita cicipi hasilnya," kata dia.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?