Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Adiwarman A Karim (Dream.co.id)
Dream - Peluang investasi di pasar modal syariah tak hanya menarik minat orang-orang yang sudah bekerja saja. Para pelajar dan mahasiswa rupanya juga banyak yang menaruh minat pada investasi ini.
Lihatlah apa yang terjadi di IDX Hall, Jakarta. Pada Kamis, 31 Maret 2016, ratusan pelajar dan mahasiswa merubung Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Azwar Karim, yang tengah melakukan presentasi kemudahan berinvestasi di pasar modal syariah.
Kepada generasi Y itu, Adiwarman menjelaskan seluk-beluk investasi ini dengan bahasa yang ringan, sehinga mudah dipahami. Menurut dia, produk pasar modal syariah yang dibagi ke dalam dua instrumen, saham dan obligasi.
Saham, kata Adiwarman, berasal dari bahasa Arab, yang bermula dari kebiasaan orang-orang Arab dalam melakukan syrkah (kerjasama). Kemudian berkembang menjadi perjanjian bagi hasil dan kemudian disepakati dalam akad jenis baru yang disebut al muhasamah.
" Dalam akad ini, para pemegang saham akan memindahkan haknya kepada orang lain tanpa perlu minta izin terlebih dahulu ke pemilik modal lainnya," tutur Adiwarman.
Sedangkan untuk obligasi syariah, lanjut dia, diwujudkan dalam bentuk sukuk, yang dalam ilmu syariah disebut sebagai Islamic Tradable Securities yang dapat diperjualbelikan. Sukuk juga harus mampu merepresentasikan aset finansial.
" Padahal yang biasa diperjualbelikan dalam Islam apabila dia represent real asset. Reksa dana tidak bisa diperjualkan karena tidak represent real asset, dia bisa ke syariah karena represent real financial," imbuh dia.
Menurut Adiwarman, perlu seni bermain saham yang pergerakannya memang cenderung naik turun. Dia pun menyarakan investor bersabar saat gerak saham sedang turun.
Namun bagi yang ingin mengambil jalur aman, lebih disarankan untuk membeli sukuk. Di mana para pemainnya hanya tinggal menunggu jatuh tempo dan mendapatkan jatah kupon setiap bulannya.
" Kalau mau agresif beli reksa dana saham, tapi kalau mau tenang-tenang beli saja reksa dana pendapatan tetap," papar dia. Dan para pelajar serta mahasiswa itu tetap antusias, dan terpesona dengan penjelasan Adewarman tentang mudahnya investasi di Pasar Modal Syariah itu.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya