7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Saat memutuskan berinvestasi di pasar modal, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam memetakan keuangan. Termasuk mempertimbangkan usia sebelum menjatuhkan pilihan ke salah satu instrumen pasar modal.
Direktur Bahana TCW Invesment Management Budi Hikmat mengungkapkan strategi diversifikasi investasi harus menjadi pegangan utama. Budi meyakini Alquran pun sebetulnya menyebut investasi paling cerdas adalah penyimpanan di pasar modal.
Sebagaimana yang dikisahkan dalam perjalanan Nabi Yusuf dalam perintah bercocok selama tujuh tahun. Kemudian kisah tersebut dikukuhkan sebagai cerita terbaik sepanjang masa.
" Itu sudah sesuai dengan saran Nabi Yusuf mengenai tiga hal. Jangan lagi berbicara mengenai ketampanannya, tapi bagaimana ia mampu menerjemahkan mimpi raja namun mampu juga memberi jalan keluar untuk mengatasi tantangan kemamuran," terang Budi saat menjadi pembicara di Festival Pasar Modal Syariah di Aula IDX, Jakarta, Kamis, 31 Maret 2016.
Budi menyarankan setiap calon investor mampu mengenali kebutuhan masing-masing. Seperti misalnya, bagi orang-orang yang telah berusia lanjut lebih dianjutkan untuk membuka tabungan biasa.
namun untuk anak muda, Budi menyarankan mengambil jenis investasi yang lebih agresif di pasar modal seperti saham dan obligasi. Investasi diibaratkan seperti menanam keberuntungan yang menjanjikan peningkatan daya beli sepanjang waktu.
" Lalu pertimbangkan tiga hal seperti Credit risk, Inflation risk and Liquidity risk. Jadi apa yang kita investasikan harus balik, keuntungan juga harus memuaskan serta mudah dijual atau dicairkan," imbuh Budi.
Dari keuntungan hasil investasi pasar modal, investor juga diminta memanfaatkannya untuk berinvestasi dalam bentuk lainnya lagi.
" Makanya kalau sudah memetik hasil harus investasi melalui berbagai jenis aset apakah ke properti kebun dan emas. Namun yang tidak kalah penting yaitu pendidikan dan traveling," ujarnya.
Sedangkan untuk pengelolaan kemakmuran investasi dan asuransi, Budi menegaskan harus dialokasikan sejak awal. Bukan hanya dari sisa-sisa uang bulanan yang tak terpakai saja. Agar berjalan lebih efektif ia memberlakukan potong dari rekening gaji secara langsung.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?