Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bagi dunia bisnis, bulan Ramadan punya dampak ganda. Ada sisi positif dan ada segi negatifnya bulan ini terhadap ekonomi bisnis.
Dilansir dari situs International Business Times, Rabu 15 Juni 2016, selama bulan suci ini, kegiatan bisnis akan berkurang. Hal ini ditandainya dengan banyaknya kantor yang memangkas jam kerja karyawan selama Ramadan.
Tengok saja Uni Emirat Aran dan Arab Saudi yang mengurangi jam kerja karyawan sebanyak dua jam selama Ramadan baik untuk karyawan muslim maupun non-muslim. Yang berpuasa pun dilarang makan dan minum dari fajar hingga petang. Tak heran apabila kegiatan bisnis dan produktivitas akan turun.
Pakar kebijakan publik di Harvard Kennedy School of Government, Filipe Campante dan David Yanagizawa-Drott, menemukan ada penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,7 persen setiap waktu puasa meningkat satu jam.
" Kami memperkirakan biaya meningkat selama Ramadan," kata keduanya dalam makalah yang diterbitkan di Quarterly Journal of Economics.
Anehnya, kata Campante dan Drott, semakin panjang jam berpuasa, semakin bahagia umat Muslim. Keduanya pun menarik kesimpulan, meskipun bisa meredam pertumbuhan ekonomi, Ramadan rupanya bisa mengangkat orang-orang yang tak berpunya.
Meskipun bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi, bulan Ramadan justru membawa angin segar bagi beberapa sektor di bidang bisnis. Dikatakan bahwa bulan Ramadan bisa meningkatkan harga minyak. Selain itu, bulan Puasa juga menggenjot peningkatan jumlah penonton. Pada periode itu, banyak tayangan spesial Ramadan yang disiarkan berbagai saluran televisi.
Selain positif bagi bisnis minyak dan gas (migas) dan penyiaran, Ramadan juga baik untuk bisnis makanan. Menurut data Nielsen, penjualan kurma, makanan pencuci mulut, dan cokelat meningkat selama Ramadan. Tak hanya itu, Ramadan juga merupakan bulan baik untuk pengembang aplikasi Ramadan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya