7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Supermarket Giant Mulai Goyah. (Foto: Inside Retail Malaysia)
Dream – Lesunya bisnis ritel seperti department store dan supermarket ternyata tak hanya terjadi di Indonsia. Di Malaysia, salah satu supermarket terbesarnya, Giant, mulai goyah.
Supermarket yang juga memiliki usaha bisnis di Indonesia ini memutuskan untuk menutup lima tokonya menyusul keputusan mereka untuk tidak memperpanjang kontrak sewa usaha.
Dilansir dari The Malaysian Insight, Selasa 31 Oktober 2017, penutupan supermarket ini terpaksa dilakukan seiring pertumbuhan ritel yang lamban dan penjualan yang menurun.
“ (Kami) memutuskan untuk menghentikan operasi yang berada di Sri Manjung, Sg Petani, Shah Alam Center Mall, Sibu, dan Selayan Lama mengikuti penghentikan perjanjian sewa guna usaha,” ujar pemilik Giant, GCH Malaysia, kepada The Malaysian Insight.
Penutupan toko ini merupakan upaya GCH Retail untuk mengkaji kembali operasional bisnis ritel mereka.
Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas. Ketika ditanya alasan Giant tidak memperpanjang kontrak, juru bicara perusahaan enggan untuk menjawab. Mereka juga ogah menjawab nasib karyawan Giant setelah toko ditutup.
© Dream
Sejak pengumuman penutupan toko, supermarket Giant di SACC Mall Shah Alam, Malaysia, dibanjiri pelanggan yang ingin berbelanja. Alasannya, harga barang di toko ini dijual dengan harga semurah-murahnya, mulai harga 1 ringgit Malaysia (Rp3.205).
Seorang pembeli bernama Johan mengaku datang ke sana untuk membeli beberapa barang. Ketika melihat harga yang murah, dia tergoda untuk membeli barang-barang diskonan. Tak dijelaskan barang-barang apa yang dibeli Johan.
“ Ini sia-sia jika saya tidak membelinya sekarang karena harganya sangat rendah,” kata dia.
Sekadar informasi, supermarket raksasa ini dibuka 73 tahun yang lalu dan terkenal menawarkan beragam barang dengan harga bersaing.
Namun, persaingan yang ketat di industri ritel dan belanja konsumen yang melemah membuat ritel raksasa ini goyah.
© Dream
Penutupan supermarket ini terjadi ketika ritel Malaysia menikmati peningkatan penjualan pada kuartal II 2017. Penjualan ritel meningkat 4,9 persen. Ritel Malaysia berhasil memperbaiki penjualan setelah sales mereka turun 1,2 persen pada kuartal I 2017 secara year-on-year (yoy).
Industri menyebut peningkatan penjualan ini didorong oleh pengeluaran masyarakat pada hari raya. Mereka mengatakan konsumen akan terus mengencangkan ikat pinggang dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Asosiasi ritel Malaysia mengatakan departemen store dan operator supermarket akan turun 2,5 persen pada kuartal III tahun ini. Bahkan, pertumbuhan supermarket dan hypermarket merosot 4,8 persen pada kuartal I 2017. Angka ini terburuk dari subsektor ritel lainnya.
Dewan Bisnis Malaysia mengungkapkan pajak barang dan jasa pada tahun 2015 menyebabkan pentupan beberapa bisnis ritel di Malaysia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?