4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Generasi Milenial Tak Jarang Dianggap "berbahaya" Untuk Bisnis-bisnis Tertentu.
Dream – Generasi milenial bisa membahayakan kelangsungan hidup puluhan industri. Salah satu alasannya adalah minat generasi ini berbeda daripada generasi sebelumnya.
Dilansir dari Independent, Senin 30 Oktober 2017, minat generasi Y berubah karena stabilitas keuangan mereka yang belum kuat dan mereka trauma terhadap resesi ekonomi.
“ Saya pikir kita memiliki bekas luka psikologis yang sangat signifikan dari resesi besar ini,” kata analis Morgan Stanley, Kimberly Greenberger, kepada Business Insider.
Ada sepuluh bisnis yang terancam oleh generasi milenial. Berikut ini adalah rinciannya.
© Dream
Departemen Store
Selain perkembangan teknologi, pusat perbelanjaan juga terancam gulung tikar akibat berubahnya minat generasi milenial dalam berbelanja. Mereka lebih suka membelanjakan uangnya untuk membeli pengalaman, seperti makan di restoran dan berwisata. Kalaupun belanja pakaian, mereka lebih suka distro daripada pusat perbelanjaan tradisional.
Desainer Tas
Generasi milenial juga mengancam penjualan tas ternama, seperti Michael Kors dan Kate Spade yang banting harga besar-besaran untuk menarik minat generasi millennial. Generasi ini kurang berminat untuk produk fesyen berupa tas.
© Dream
Pelembut Baju
Penjualan pelembut baju cair, turun 15 persen di Amerika Serikat pada periode 2007-2015, menurut Wall Street Journal. Salah satunya Downy yang penjualannya merosot 26 persen. Produsen Downy, Procter & Gamble menyebut generasi milenial tidak tahu apa itu fungsi pelembut pakaian.
Sabun Batang
Penjualan sabun batangan jatuh 2,2 persen dari 2014-2015. Lagi-lagi generasi milenial disalahkan. Riset pasar global, Mintel, menyebut 48 persen konsumen Amerika Serikat percaya kuman menempel di sabun batangan setelah digunakan. Ada 60 persen konsumen berusia 18 tahun-24 tahun dan 31 persen konsumen berusia 65 tahun ke atas yang berpendapat demikian.
© Dream
Bank
Perilaku generasi milenial terhadap bank juga turut berpengaruh terhadap perbankan. Rekanan firma modal Ventura New Enterprise Associates, Rick Yang, mengatakan generasi milenial kurang mempercayai layanan jasa perbankan. Di samping itu, mereka juga jarang berkunjung ke kantor cabang bank.
Business Insider Intelligence Data mencatat 75 persen generasi milenial yang memiliki rekening bank berkujung ke bank sekali dalam sebulan. Bahkan, ada 40 persen generasi milenial yang tidak pernah berkunjung ke kantor cabang sama sekali.
Bisnis KPR
Ekonom di BAML, Michelle Meyer, mengatakan perlambatan pemilikan rumah ini disebabkan oleh standar kredit dan perubahan gaya hidup. Penundaan pernikahan dan memiliki anak juga berpengaruh terhadap KPR.
© Dream
Sereal
Dalam surveinya, Mintel mengatakan 40 persen generasi milenial tidak nyaman sarapan dengan sereal. Sebab, mereka harus merapikan kembali serealnya setelah makan. Konsumen yang lebih muda menyukai sarapan dengan makanan yang bisa dibawa, seperti sandwich.
Berlian
Generasi milenial yang menikah lebih menyukai perhiasan modern. Inilah mengapa asosiasi produsen berlian berlomba-lomba mengemas berlian menjadi perhiasan yang menarik minat generasi milenial seiring dengan turunnya penjualan berlian secara global.
© Dream
Sepeda Motor
Seorang analis di AB, David Beckel, mengatakan penjualan sepeda motor di Amerika Serikat merosot. Penjualan Harley Davidson turun 1,6 persen pada 2016. Generasi Y kurang berminat dengan sepeda motor daripada generasi sebelumnya.
Golf
Bisnis golf juga terdampak oleh generasi milenial. Peneliti dari perusahaan riset NPD, Matt Powell, mengatakan generasi ini kurang menyukai permainan golf. Mereka lebih menyukai fitness. “ Kita tahu generasi milenial tidak melakukan permainan ini dan generasi boomers mulai menua. (Minat) permainan golf ini menurun,” kata Powell.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
