BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Pedagang Valas Di Bilangan Senen, Jakarta (Antarafoto.com)
Dream - Kurs rupiah makin ambruk. Setelah sempat menguat di bawah level 14.000, dollar AS justru makin perkasa dan menyentuh Rp 14.300.
Data Bloomberg, Selasa, 8 September 2015 mencatat kurs rupiah pagi ini dibuka di level 14.263,80 per dollar AS. Bukannya menguat, rupiah justru semakin lemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Hingga akhirnya, rupiah pun tumbang dan menyentuh level terendahnya di 14.304 per dollar AS.
Laju rupiah hingga 1 jam perdagangan masih terus bergerak fuktuatif. Sempat menguat ke level 14.270, rupiah saat ini justru bertahan di level 14.292 per dollar AS.
Pelemahan rupiah juga tertangkap dalam dalam data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
Bank sentral mencatat dollar AS di sejumlah bank lokal di Tanah Air dilepas di kisaran 14.285 per dollar AS. Rupiah kembali mencetak level terendahnya sepanjang 2015.
Research Analyst PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menilai sentimen negatif masih mewarnai laju rupiah yang mengawali pekan di teritori negatif.
" Pelaku pasar masih menjauhi rupiah seiring belum adanya sentimen positif," katanya.
Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan cenderung melemahnya sejumlah mata uang Asia memberi tekanan negatif pada rupiah.
Koreksi mata uang Asia ini dipicu spekulasi akan diperketatnay aturan transaksi, terutama saham dan valutas asing, di Tiongkok dan diperparah dengan rilis penurunan cadangan devisa Negeri Tirai Bambu tersebut.
" Penurunan cadangan devisa yang dipersepsikan untuk menstabilkan laju yuan pasca devaluasi memberikan sentimen negatif pada laju mata uang Asia," ujar Reza.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
