Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia belum sanggup keluar dari tekanan. Meski sudah muncul aksi beli, laju ISSI dan JII belum bisa menembus zona positif.
Pelaku pasar justru harus menerima sentimen negatif laju rupiah yang terus melemah serta turunnya cadangan devisa.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 8 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,731 poin ke level 135,124.
Koreksi juga masih melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah 4,459 poin ke level 560,866.
Baik indeks ISSI maupun JII masih belum bisa keluar dari tekanan jual hingga 27 menit perdagangan.
Sebanyak 56 emiten syariah mulai dilirik pelaku pasar sementara 65 lainnya masih terserang aksi jual.
Di jajaran bluechips syariah, lebih dari separuh dari penghuni JII masih bergerak lemah. Tercatat sudah 12 emiten unggulan syariah yang menembus zona hijau.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 647 miliar dengan 6,5 miliar saham yang diperdagangkan.
Pembukaan di zona merah juga harus dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Turun 19,192 poin (0,45%), IHSG mengawali perdagangan di level 4.282,173.
IHSG sempat menembus zona hijau ketika perdagangan memasuki menit ke-16. Namun tekanan jual yang lebih kuat menyeret kembali IHSG ke zona negatif.
Dari kawasan regional, hanya indeks Hang Seng yang sudah sukses menembus zona hijau. Saat ini, indeks HSI naik 0,56 persen. Sebaliknya, Nikkei Jepang melemah 0,76 persen dan Strait Times Singapura turun 0,58 persen.
Laju rupiah juga belum menunjukan adanya perbaikan. Rupiah yang dibuka menguat kini justru kembali ambruk. Hingga 32 menit waktu perdagangan, dollar AS masih menguat 8 poin (0,06%) menjadi Rp 14.274.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya