Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Usai terus bergerak menguat selama tiga hari berturut-turut, bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan Kamis, 15 Agustus 2014 di zona merah. Meski melemah, pemodal asing masih membukukan aksi beli saham.
Pelemahan indeks saham domestik terjadi di tengah laju bursa saham regional yang bergerak variatif. Indeks Saham Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan sore ini bergerak menguat, masing-masing 0,66 persen dan 0,04 persen. Sementara Hang Seng, Strait Times, dan Shanghai Composite bergerak melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 12,72 poin (0,25 persen) ke level 5.155,54. Transaksi perdagangan saham mencetak angka Rp 4,95 triliun.
Pelemahan IHSG ke level lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga saham dari 149 emiten. Sementara 182 emiten lain mengalami koreksi dengan 24 diantaranya merupakan saham unggulan.
IHSG sebetulnya sempat menyentuh zona hijau setelah berada di level tertinggi 5.177,98. Namun sentimen yang kurang mendukung serta aksi ambil untung investor menggiring indeks ke zona hijau.
Dari 10 sektor saham di BEI, tercatat hanya indeks emiten-emiten pertambangan yang menguat sebesar 7,47 poin (0,34 persen).
Di kala pasar modal Indonesia dilanda pelemahan, kurs rupiah justru tengah bergerak menguat. Sore ini, rupiah menguat 31 poin (0,27 persen) menjdi 11.662 per dolar AS.
Minimnya sentimen positif yang berhembus di pasar modal Indonesia juga membawa dua indeks saham syariah BEI menutup perdagangan di zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,55 poin (0,33 persen) ke lebel 170,23. Pelemahan ini dipicu koreksi harga saham dari 113 emiten syariah. Tercatat hanya 87 emiten yang bergerak di zona hijau dan 44 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 41,28 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 3,34 triliun.
Koreksi lebih pelan dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 3,57 poin (0,51 persen) ke level 703,8. Sebanyak 9 emiten unggulan syariah bergerak menguat dikala transaksi perdagangan saham mencetak angka Rp 1,93 triliun.
Menguat saham-saham di sektor pertambangan menempatkan dua emiten bluechips syariah bertengger di jajaran pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer). Dua emiten itu adalah ITMG dan PTBA yang menguat Rp 750 dan Rp 200 per saham.
Pemuncak top gainer kali ini dihuni oleh emiten jasa rumah sakit, SILO yang menguat Rp 1.100, diikuti INDF Rp 25, dan BMTR Rp 20 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya