Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Profesional RI Makin Susah Cari Kerja di Saudi

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 14 Agustus 2014 15:31
Profesional RI Makin Susah Cari Kerja di Saudi
Pemicunya, pemerintah Saudi kini tengah menggalakan program nasionalisasi pekerja di wilayah-wilayah kuning.

Dream - Para pencari kerja asal Indonesia yang ingin mencari penghasilan lebih baik di Arab Saudi harus berjuang keras. Pemicunya, pemerintah Saudi kini tengah menggalakkan program nasionalisasi pekerja di wilayah-wilayah kuning.

Wilayah Kuning (Yellow Zone) merujuk pada perusahaan swasta baik lokal maupun internasional, yang mempekerjakan pegawai lokal kurang dari 10 persen.

Kabar terbaru menyebutkan pegawai asing yang lahir di Saudi juga akan dikenakan ketentuan nasionalisasi itu.

Lewat kebijakan Nitaqat, masa tinggal pegawai asing nantinya dipangkas hanya menjadi dua tahun mulai Mei 2015.

Kebijakan baru Saudi ini mendapat tantangan dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin Jeddah. Pembatasan masa tinggal kemungkinan sulit diterapkan pada perusahaan yang bergerak di bidang industri, konstruksi, dan jasa.

Ketiga sektor itu diakui masih sangat tergantung pada tenaga kerja terlatih dan berpengalaman dari luar negeri.

" Ada beberapa sektor yang tak bisa beralih ke zona hijau karena ketergantungan yang tinggi pada pegawai terlatih dan ahli," kata Anggota Kadin Jeddah, Ahmad Al-Marbaie seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Kamis, 14 Agustus 2014.

Dijelaskannya, pabrik-pabrik tak bisa begitu saja memberhentikan pekerjanya yang telah lama dilatih dan digantikan dengan pegawai lokal.

" Kondisi ini bakal jadi kerugian sejak sulitnya mencari pegawai terlatih dan bernilai tinggi di negara lain. Kebijakan ini akan berdampak pada produktivitas, keuntungan dan kinerja perusahaan," ujar Am-Marbie. (Ism)

Beri Komentar