7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Berangkat Kerja Dengan Angkutan Umum. (Foto: The Muse)
Dream – Tidak semua karyawan pergi ke kantor dengan kendaraan pribadi. Ada juga para pegawai yang bepergian dengan kendaraan umum. Misalnya, naik bus dari Bekasi ke Jakarta atau naik KRL dari Bogor ke Jakarta.
Naik kendaraan umum terkadang membuat hati gelisah dan gemas. Bisa jadi karena kemacetan di jam sibuk atau harus berdesak-desakan di dalam kereta. Tak jarang pula, kekesalan pun dituangkan ke media sosial.
Terlebih ketika jalan macet atau perjalanan kereta bermasalah pada jam sibuk—jam berangkat kantor, misalnya. Kalau sudah begitu, rasanya ingin uring-uringan, ya, Sahabat Dream.
Tapi, ingat, Sahabat Dream, naik transportasi umum tidak selamaya buruk. Ada, lho, yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Dilansir dari The Muse, Selasa 18 Juli 2017, ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh karyawan ketika sedang naik angkutan umum—tentunya ketiga aktivitas hal ini bisa meningkatkan produktivitas kerja.
Pertama, membuat konsep e-mail. Membuat konsep e-mail pekerjaan di dalam angkutan umum, tak ada salahnya. Konsep e-mail bisa disimpan dan surat elektronik itu bisa dikirimkan dari kantor nantinya.
Kedua, menyerap berita perusahaan. Biasanya, bos-bos perusahaan mengirimkan e-mail mingguan kepada karyawannya. E-mailnya bisa jadi memuat perkembangan perusahaan atau isu-isu terkini. Tak jarang karyawan tak punya waktu untuk membacanya. Nah, naik angkutan bisa menjadi kesempatan baik untuk membaca berita dari perusahaan.
Ketiga, mengevaluasi daftar tugas. Ketika berada di angkutan umum, tak ada salahnya untuk meninjau ulang daftar to do list yang telah dibuat. Pertimbangkan kembali mana yang menjadi skala prioritas dan mana yang masih bisa ditunda. Dengan meninjau kembali daftar tugas, karyawan bisa mengestimasi berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menggarap satu tugas.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?