Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi Asuransi Syariah.
Dream - Salah satu konsultan dan firma keuangan, Milliman, merilis kajian tentang industri asuransi syariah. Kajian ini menunjukkan kawasan negara Teluk masih mendominasi penetrasi asuransi syariah di tingkat global.
Dilansir dari keterangan tertulis Milliman yang diterima dari Dream, Senin 17 Juli 2017, pasar asuransi syariah tumbuh 14 persen pada tahun 2015.
Kepala Konsultasi Asuransi Jiwa Syariah Milliman di Asia Tenggara, Farzana Ismail mengatakan bahwa nilai pasar asuransi syariahnya sebesar US$14,9 miliar (Rp198,15 triliun) yang terdiri atas asuransi umum sebesar US$12,3 miliar (Rp163,82 triliun) dan asuransi keluarga US$2,3 miliar (Rp30,63 triliun).
Dari hasil kajian itu, Direktur Utama Milliman di Timur Tengah dan Afrika, Safder Jaffer, mengatakan bahwa pertumbuhan asuransi syariah di kawasan negara Teluk pada 2012-2015 mendominasi tingkat penetrasi asuransi syariah.
" Kawasan GCC (Gulf Cooperation Council) mendominasi penetrasi asuransi syariah di pasar dunia. Meskipun demikian, kajian yang lebih mendalam mengenai pasar mengungkapkan penetrasi asuransi jiwa syariah ternyata belum signifikan, sehingga ada peluang pertumbuhan yang sangat besar," kata Safder.
Dilihat dari jenisnya, masyarakat di dunia masih banyak memilih asuransi umum sebagai bentuk perlindungan bagi diri dan keluarganya. Diperkirakan pendapatan dari asuransi umum syariah ini mencapai US$ 12,3 miliar, atau 83 persen dari total pangsa pasar takaful.
Sementara takaful keluarga diperkirakan meraup pendapatan US$ 2,6 miliar, atau baru 17 persen dari pangsa pasar asuransi syariah dunia. Nilai ini justru turun sekitar 1 persen akibat fluktuasi nilai tukar dollar AS terhadap mata uang dunia. (Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?