Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menganggur.
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2016 sebesar 5,5 persen. Angka ini turun dibandingkan Februari 2015 yang mencapai 5,81 persen.
" Artinya, dari 100 angkatan kerja, ada 5-6 orang yang menganggur," kata Kepala BPS, Suryamin, di Jakarta, dalam keterangannya, ditulis Kamis 5 Mei 2016.
Suryamin mengatakan angka TPT tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang mencapai 9,84 persen. Disusul lulusan Diploma I-III sebesar 7,22 persen. Lulusan SMA pun menjadi penyumbang pengangguran terbesar ketiga. Angka TPT-nya sebesar 6,95 persen.
Sementara untuk pengangguran yang bertitel sarjana tercatat mencapai 6,22 persen dan lulusan SMP sebesar 5,76 persen.
" Mereka yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memilih pekerjaan yang sesuai," kata dia.
Justru, kata Suryamin, jumlah penganggur yang merupakan lulusan SD, sangat sedikit. Angka TPT lulusan SD sebesar 3,44 persen.
" Hal ini dikarenakan oleh mereka yang berpendidikan rendah, cenderung mau menerima apa saja," kata dia.
Selain itu, Suryamin mencatat angkatan kerja pada Februari 2016 sebanyak 127,7 juta orang yang terdiri atas 120,7 juta orang yang bekerja dan 7 juta orang yang menganggur. Angkatan kerja pada Februari tahun ini didominasi oleh laki-laki.
" Angkatan kerja laki-laki sebanyak 83,46 persen dan perempuan 52,71 persen," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya