Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Merdeka.com)
Dream - Perekonomian Indonesia pada triwulan I 2016 tumbuh 4,92 persen. Pertumbuhan ekonomi ini melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2015.
" Ekonomi Indonesia triwulan I 2016 terhadap triwulan sebelumnya turun 0,34 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, di Jakarta, Rabu 4 Mei 2016.
Mengutip data BPS, perlambatan ini disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Di sisi produksi, ada pertumbuhan beberapa sektor, seperti lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 14,43 persen, jasa perusahaan sebesar 2,25 persen, dan real estate yang tumbuh 1,77 persen.
Namun, laju pertumbuhan ini tidak bisa menahan perlambatan di sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar-eceran, serta reparasi mobil-sepeda motor.
" Di sektor pengeluaran, perlambatan 0,34 persen disebabkan oleh pertumbuhan negatif hampir di seluruh komponen PDB (produk domestik bruto), kecuali komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 0,17 persen," kata dia.
Suryamin melanjutkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,92 persen pada triwulan I 2016 masih didominasi oleh Pulau Jawa. Kontribusinya sebesar 59,91 persen. Disusul oleh Sumatera sebesar 22,15 persen, Kalimantan 7,67 persen, dan Sulawesi 5,85 persen.
" Sisanya itu pulau-pulau lainnya sebesar 5,38 persen," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya