Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Meninjau Pembangunan Jalan Tol Becakayu. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Akhirnya, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) “ pecah telor” setelah mangkrak 22 tahun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol Becakayu seksi 1B dan 1C di Sumber Artha, Bintara Jaya, Bekasi Barat.
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 3 November 2017, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar akan mendampingi Jokowi dalam peresmian tersebut. Merujud agenda presiden, peresmiannya berlangsung pada pukul 08.00 WIB.
Dengan beroperasinya tol Becakayu, pemerintah berharap kemacetan di Jalan Raya Kalimalang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bisa berkurang. Keberadaan tol ini juga bisa menambah kapasitas jalan dan pilihan pengguna jalan.
Tak hanya itu, jalan ini juga bisa mempersingkat waktu tempuh dari dua jam perjalanan menjadi 1,5 jam perjalanan.
Beroperasinya Tol Becakayu mengakhiri nasib proyek yang terlunta lebih dari dua dekade. Dilansir dari Wikpedia, jalan tol Becakayu ini digagas pertama kali oleh Presiden Soeharto pada 1995. Jalan tol sepanjang 21,04 km ini ini mulai dibangun tahun 1996 oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.
Sekadar informasi, perusahaan itu adalah patungan empat perusahaan yang menjadi investor tol Becakayu, yaitu PT Tirtobumi Prakarsatama, PT Citra Mandiri Sukses Sejati, PT Indadi Utama, dan PT Remaja Bangun Utama. Perusahaan patungan ini mendapatkan hak pengelolaan ruas tol Becakayu.
Akan tetapi, pembangunannya terhenti dua tahun kemudian karena krisis moneter yang melanda.
Tak kunjung diselesaikan, akhirnya pengerjaan jalan tol ini diambil oleh BUMN. Lewat anak usaha PT Waskita Karya (Persero), PT Waskita Toll Road. Waskita Toll Road ini membeli 60 persen saham Kresna Kusuma Dyandra Marga, lalu menggarap proyek ini sejak 2014.
Jalan tol Becakayu ini menelan biaya investasi Rp7,2 triliun, biaya konstruksi Rp4,78 triliun, dan biaya pembebasan tanah Rp449 miliar, dan masa konsesi 45 tahun. Investor dan pengelola jalan tol ini adalah Waskita Toll Road yang memegang 60 persen saham Kresna Kusuma Dyandra Marga.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya