Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Khalil Rafati, Mantan Pecandu Narkoba Yang Sukses Menjadi Pengusaha Minuman Kesehatan. (Foto: Mynewshub)
Dream – Pecandu narkoba bisa sukses jika mau bangkit dari “ lembah hitam”. Jika dia mau berusaha keras, dia bisa mencapai kesuksesan.
Contohlah seorang mantan pecandu narkoba bernama Khalil Rafati. Dengan kemauan yang keras, pria ini bisa bangkit dari keterpurukan dan sukses membangun kerajaan bisnisnya.
Dilansir dari Mynewshub, Rabu 26 Oktober 2016, pria kelahiran Ohio, Amerika Serikat, ini pindah ke Los Angeles untuk melupakan kenangan pahit dalam hidupnya. Rafati pernah menjadi korban kekerasan seksual.
Di kota hiburan Negeri Paman Sam itu, Rafati mencoba membuka bisnis penjualan mobil. Dia punya banyak klien, termasuk Elizabeth Taylor, gitaris Guns N Roses, Slash, dan aktor Jeff Bridges.
Pada tahun 2003, Rafati juga menjual Narkoba. Suatu malam, dia mencoba heroin dan sejak itulah dia menjadi seorang pecandu narkoba. Alhasil, narkoba menjadikannya pengangguran dan menjadi tahanan polisi.
Sejak itulah, Rafati sadar akan kehidupannya yang kelam. Dia pun bertekad untuk keluar dan bangkit untuk membangun hidup yang lebih baik. Dibantu seorang temannya yang memperkenalkan minuman jus yang menyehatkan, Rafati pun mulai membuat minuman itu untuk menghormati staf dan pasien yang ada di pusat rehabilitasi, Riviera, tempat dia direhabilitasi dahulu.
Rafati sadar produknya, Sunlife Organics, memerlukan toko untuk berjualan dan memasok jus kepada tunawisma dan orang sakit, terutama pecandu narkoba.
Dengan uang tabungannya sebesar US$50 ribu atau Rp649,92 juta, Rafati membuka sebuah toko. Kini, pria tersebut sudah punya 6 toko dan 32 jenis minuman jus, shakes, kopi, dan yoghurt beku. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya