Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dilip Shanghvi. (Sumber: Catatankecilku.net)
Dream - Ada banyak cara orang memanfaatkan uang Rp2 juta. Ada yang membelanjakannya untuk kebutuhan sehari-hari dan ada pula yang menggunakannya untuk berfoya-foya.
Namun, di tangan seorang Dilip Shanghvi, uang itu "disulap" menjadi perusahaan obat yang menjadikannya seorang miliarder. Bahkan ia menjadi salah satu orang terkaya di negaranya.
Keren, ya. Bagaimana ceritanya Dilip bisa menjadi taipan yang memiliki kekayaan senilai US$20 juta?
Kisah ini bermula tatkala Dilip lulus kuliah dan membantu usaha ayahnya, yaitu berjualan obat. Lulusan jurusan perdagangan Universitas Calcutta, India, ini pun berpikir untuk membawa usaha ayahnya ke kota. Di sana dia merasa akan mendapatkan banyak pelanggan.
Lalu, pada tahun 1983, pria kelahiran 1955 ini meminjam uang 10 ribu rupee atau Rp1,92 juta (jika dibulatkan menjadi Rp2 juta) kepada ibunya. Dilip menggunakan uang itu untuk membuka sebuah toko obat di Mumbai, India. Dari sinilah, dia memulai kesuksesannya. Baca selengkapnya di sini.
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya