Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Gelontoran dana investor di lantai bursa membawa indeks saham acuan kembali menguat. Emiten di sektor properti menjadi incaran para pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 3 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,534 poin (0,31%) ke level 170,949.
Aksi beli pelaku pasar berhasil mempertahankan ISSI yang telah menguat sejak sesi pembukaan. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 171,760 dan terendah 170,690.
Lantai bursa saham sore ini dipenuhi dana pembeli emiten syariah sebesar Rp 4,03 triliun. Dana itu digunakan untuk jual beli 36,78 miliar saham.
Pemodal yang aktif menggelar aksi beli membawa 94 emiten syariah menyentuh zona hijau. Sebaliknya, 85 emiten syariah masih dilanda tekanan dan 64 lainnya memilih stagnan.
Laju mantap di zona hijau juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 3,142 poin (0,45%) ke level 704,638.
JII juga dibuka di zona hijau dan menyentuh posisi tertingginya di 707,650. JII hanya sedikit melemah ke level terendah 703,262.
Menguatnya JII kali ini dibantu oleh naiknya harga saham dari 16 emiten unggulan syariah. Sisanya, 10 emiten melemah dan 4 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham bluechips syariah melibatkan 9,50 miliar saham dengan nilai Rp 2,40 triliun.
Emiten tambang jadi buruan pelaku pasar untuk mengoleksi portofolionya. UNTR menjadi pencetak top gainer dengan menguat Rp 300 per saham. Diikuti INTP yang naik Rp 250, ITMG Rp 200, UNVR Rp 200, dan MPPA Rp 180 per saham.
Lantai bursa sore ini memang berbalik menguat setelah melemah di awal pekan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan mengaut 15,482 poin (0,92%) ke level 5.291,718.
IHSG bahkan sempat menyentuh level 5.310,113 sebelum akhirnya menahan diri menguat lebih tinggi. Lantai bursa dipenuhi aksi jual beli 53,84 miliar saham bernilai Rp 5,63 triliun.
Investor asing kembali giat membeli saham di BEI dengan mencetak nett buy Rp 335,28 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham acuan di Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite tercatat menguat 0,29 persen dan 2,45 persen.
Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang dan Strait Times bergerak lemah 1,27 persen dan 0,45 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?