Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berupaya menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018. Caranya dengan memperkecil defisit anggaran.
Dilansir setkab.go.id, Selasa 22 Agustus 2017, pemerintah memperkecil defisit anggaran dari 2,67 persen pada 2017 menjadi 2,19 persen. Sri Mulyani mengatakan upaya itu bertujuan untuk menyelesaikan persoalan utang dan keseimbangan primer. Dengan itu, utang tak terlalu membebani APBN.
“ Dengan defisit yang lebih rendah, maka concern mengenai utang bisa kami selesaikan. Memang tidak bisa kami rem secara mendadak,” kata dia di Jakarta.
Sekadar informasi, pemerintah menargetkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp1.878,48 triliun yang terdiri atas Rp1.609,38 triliun dari penerimaan pajak, Rp267,86 triliun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan Rp1,2 triliun dari hibah.
Sementara itu, belanja negara diperkirakan sebesar Rp2.204,38 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.444,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp761,08 triliun.
Dari sana, ada defisit anggaran sebesar Rp325,93 triliun yang akan ditutup dengan pembiayaan anggaran, terutama dari utang, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sri Mulyani mengatakan target defisit anggaran yang lebih rendah dibandingkan periode 2016 dan 2017 itu bisa memberikan pesan kepada masyarakat bahwa tren pembiayaan saat ini sudah semakin sehat.
“ Ini menunjukkan kami sangat berhati-hati untuk mendesain agar Indonesia bisa terhindar dari krisis utang yang masih terjadi di banyak negara maju,” dia.
Sri Mulyani menjelaskan, strategi pembiayaan utang pemerintah di 2018 antara lain dengan meningkatkan efisiensi biaya utang, mengoptimalkan fasilitas pinjaman tunai, mendorong peran masyarakat di pasar obligasi serta mengelola pinjaman luar negeri secara selektif.
Dia mengatakan pemerintah akan berhati-hati untuk terus menjaga rasio utang pada kisaran 27 persen-29 persen terhadap PDB (Product Domestic Brutto), serta menggunakan utang tersebut hanya untuk kegiatan produktif seperti infrastruktur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya