Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG Dan Indeks Syariah Kompak Melemah Ketika Perdagangan Ditutup Hari Ini, Senin 14 Januari 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bursa saham Indonesia kehabisan pasokan energi untuk kembali menanjak. Di tengah bursa regional yang bergerak menguat, sebagian besar indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru bergerak mundur.
Indeks acuan saham syariah di BEI juga kompak melemah menutup perdagangan di awal pekan ini. Pelemahan terutama terjadi akibat koreksi tajam indeks saham sektor industri aneka dan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin 14 Januari 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,213 poin (0,642%) ke level 187,706. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di level 188,919.
ISSI sempat melawan laju pelemahan saat menembus zoa positif dan menyentuh level tertinggi di 188,902. Tapi penguatan itu tak berlangsung lama. ISSI kembali melemah dan terseret ke level 186,702.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ikut turun 6,612 poin (0,93%) ke level 706,148.
Indeks JII70 terdorong 1,897 poin (0,80%) ke level 235,092.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 25,249 poin (0,39%) ke level 6.336,116.
Minimnya sentimen positif baru yang diperoleh pelaku pasar membuat investor menahan diri terjun ke lantai bursa. Indeks ektor industri aneka dan perdagangan memimpin pelemahan saat terkoreksi masing-masing 1,24 persen dan 1,03 persen.
Penguatan indeks pertambangan sebesar 0,11 persen tak cukup kuat menahan kinerja perdagangan yang melemah.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya melesat Rp1.040, diikuti oleh INDR sebesar Rp525, PTSN Rp325, GDYR Rp205, dan AALI Rp200.
Saham UNTR terkoreksi Rp1.800, ITMG Rp275, JMAS Rp200, ASII Rp175, dan ICBP Rp150.
Dari pasar uang, kurs dolar AS pada pukul kembali menguat. Pada pukul 16.06, nilai tukar dolar AS terhadap dolar AS terangkat 98 poin (0,69%) ke level Rp14.145.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya