Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia masih belum bisa berlari kencang kendati menutup sesi perdagangan di zona hijau. Kenaikan relatif tipis terjadi di tengah pemodal asing yang kembali mengoleksi portofolio saham di pasar modal Indonesia.
Aksi spekulasi pelaku pasar pada saham komoditas turut membawa indeks melaju positif jelang libur akhir pekan ini.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 9 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 4,837 poin (0,09%) ke level 5.216,66.
Kenaikan ini ditopang menguatnya harga saham dari 150 emiten. Sebaliknya, 137 penghuni lantai bursa harus longsor ke zona merah dan 125 lainnya memilih diam di tempat.
Adanya aksi beli pemodal asing membuat bursa saham Indonesia sedikit bergairah. Tercatat sekitar 83 miliar saham telah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,08 triliun.
Jelang akhir pekan ini, pemodal asing justru berbalik melakukan aksi beli saham. Setelah sepekan terakhir memilih melepas portofolionya, asing kini membukukan nett buy signifikan hingga Rp 912 miliar.
Emiten di sektor komoditas, pertanian dan pertambangan, memimpin laju kenaikan indeks sektoral masing-masing sebesa 1,29 persen dan 1,04 persen. Kenaikan juga dialam iemiten keuangan sebesar 0,38 persen.
Nasib kurang baik justru didera emiten yang bergerak di sektor industri. Emiten industri dasar tergerus 0,83 persen dan industri aneka 0,33 persen. Pelemahan cukup tinggi juga dialami emiten barang konsumsi yang turun 0,50 persen.
Sepanjang perdagangan, IHSG sama sekali tak tergoyahkan di zona hijau. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.240,23 dan terendah di 5.212,28.
Bila IHSG masih sanggup bergerak aman di zona hijau, nasib berbeda dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Berisi lebih dari 300 emiten, indeks ISSI menutup perdagangan dengan kenaikan tipis 0,086 poin (0,05%) ke level 167,89.
Meski Indeks ISSI sempat tergelincir ke level 167,79 ini, sebanyak 94 emiten syariah mampu mengakhir pekan pertama Januari 2015 di level positif. Sisanya, 82 emiten bergerak melemah dan 73 lainnya stagnan.
Sebanyak 44,38 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi menembus Rp 4,05 triliun.
Berbeda dengan ISSI, saham bluechips syariah justru bisa bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan jelang libur akhir pekan ini. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 0,810 poin (0,12%) ke level 688,94.
Penghuni JII berbagi relatif sama dalam hal pencapaian laju harga saham. Sebanyak 14 emiten unggulan syariah melaju positif dan 13 lainnya harus mengakhiri sesi di zona merah. Sisanya, 3 emiten JII bergerak stagnan.
Laju variatif juga melanda sejumlah bursa saham di kawasan regional. Indeks saham Nikkei dan Hang Seng sore ini bergerak positif dengan menguat masing-masing 0,18 persen dan 0,35 persen.
Sebaliknya, indeks Strait Times Singapura dan Shanghai Composite melemah 0,20 persen dan 0,24 persen.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pelan-pelan mulai bergerak positif. Setelah menguat pada perdagangan kemarin, rupiah sore ini juga naik terapresiasi 37 poin (0,29%) menjadi 12.628 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya