Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Naik Tipis, Indeks Syariah Terbantu Emiten Komoditas

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 9 Januari 2015 16:27
Naik Tipis, Indeks Syariah Terbantu Emiten Komoditas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 4,837 poin (0,09%) ke level 5.216,66.

Dream - Bursa saham Indonesia masih belum bisa berlari kencang kendati menutup sesi perdagangan di zona hijau. Kenaikan relatif tipis terjadi di tengah pemodal asing yang kembali mengoleksi portofolio saham di pasar modal Indonesia.

Aksi spekulasi pelaku pasar pada saham komoditas turut membawa indeks melaju positif jelang libur akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 9 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 4,837 poin (0,09%) ke level 5.216,66.

Kenaikan ini ditopang menguatnya harga saham dari 150 emiten. Sebaliknya, 137 penghuni lantai bursa harus longsor ke zona merah dan 125 lainnya memilih diam di tempat.

Adanya aksi beli pemodal asing membuat bursa saham Indonesia sedikit bergairah. Tercatat sekitar 83 miliar saham telah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,08 triliun.

Jelang akhir pekan ini, pemodal asing justru berbalik melakukan aksi beli saham. Setelah sepekan terakhir memilih melepas portofolionya, asing kini membukukan nett buy signifikan hingga Rp 912 miliar.

Emiten di sektor komoditas, pertanian dan pertambangan, memimpin laju kenaikan indeks sektoral masing-masing sebesa 1,29 persen dan 1,04 persen. Kenaikan juga dialam iemiten keuangan sebesar 0,38 persen.

Nasib kurang baik justru didera emiten yang bergerak di sektor industri. Emiten industri dasar tergerus 0,83 persen dan industri aneka 0,33 persen. Pelemahan cukup tinggi juga dialami emiten barang konsumsi yang turun 0,50 persen.

Sepanjang perdagangan, IHSG sama sekali tak tergoyahkan di zona hijau. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.240,23 dan terendah di 5.212,28.

Bila IHSG masih sanggup bergerak aman di zona hijau, nasib berbeda dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Berisi lebih dari 300 emiten, indeks ISSI menutup perdagangan dengan kenaikan tipis 0,086 poin (0,05%) ke level 167,89.

Meski Indeks ISSI sempat tergelincir ke level 167,79 ini, sebanyak 94 emiten syariah mampu mengakhir pekan pertama Januari 2015 di level positif. Sisanya, 82 emiten bergerak melemah dan 73 lainnya stagnan.

Sebanyak 44,38 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi menembus Rp 4,05 triliun.

Berbeda dengan ISSI, saham bluechips syariah justru bisa bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan jelang libur akhir pekan ini. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 0,810 poin (0,12%) ke level 688,94.

Penghuni JII berbagi relatif sama dalam hal pencapaian laju harga saham. Sebanyak 14 emiten unggulan syariah melaju positif dan 13 lainnya harus mengakhiri sesi di zona merah. Sisanya, 3 emiten JII bergerak stagnan.

Laju variatif juga melanda sejumlah bursa saham di kawasan regional. Indeks saham Nikkei dan Hang Seng sore ini bergerak positif dengan menguat masing-masing 0,18 persen dan 0,35 persen.

Sebaliknya, indeks Strait Times Singapura dan Shanghai Composite melemah 0,20 persen dan 0,24 persen.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pelan-pelan mulai bergerak positif. Setelah menguat pada perdagangan kemarin, rupiah sore ini juga naik terapresiasi 37 poin (0,29%) menjadi 12.628 per dolar AS.

Beri Komentar