7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
OJK Mendorong Ada Sinergi Industri Halal Dengan Keuangan Syariah.
Dream – Dewasa ini isu halal menjadi tren di pasar global. Negara-negara mayoritas berpenduduk Islam dan yang tidak, berlomba-lomba menangkap peluang bisnis ini.
“ Pemanfaatan industri keuangan dan (industri) halal ini sudah merupakan suatu hal yang boleh dikatakan trending,” kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Edy Setiadi, dalam acara “ Indonesia International Halal Lifestyle” di Jakarta, ditulis Jumat 7 Oktober 2016.
Sekadar informasi, potensi pasar halal global cukup besar. Pada tahun 2014, pasarnya senilai US$2,3 triliun (Rp29.915 triliun). Angka ini diprediksi akan naik menjadi US$3,7 triliun (Rp48.215 triliun) pada 2019.
Edy mengatakan industri keuangan syariah seharusnya bisa menangkap peluang bisnis dan menggarapnya. Dia menyebut perlu ada kerja sama yang apik antara keuangan syariah dengan industri halal. Dikatakan bahwa sektor riil ini merupakan pasar yang bagus untuk keuangan syariah.
“ Di sektor riil, industri halal yang termasuk di dalamnya ada makanan, kosmetik, turisme, dan sebagainya tentunya menjadi pasar yang baik untuk industri keuangan syariah,” kata dia.
OJK bahkan berkomitmen mendukung adanya sinergi antara lembaga keuangan dan pelaku industri halal. Bahkan jika diperlukan, otoritas tertinggi keuangan ini siap merilis aturan-aturan keuangan yang bisa memembantu industri halal.
“ Kami senantiasa mem-back up dengan kebijakan,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?