Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakui jaminan halal tak lagi sekadar memenuhi kebutuhan muslim. Jaminan halal telah berkembang menjadi gaya hidup.
Perkembangan tersebut ternyata menarik perhatian negara-negara non-Muslim. Potensi ekonomi yang begitu besar membuat negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan tertarik menggarap pasar halal.
" Halal ini berupa perlindungan dan penjagaan umat Muslim dari konsumsi barang-barang yang tidak halal," kata Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin, dalam acara 'Indonesia International Halal Lifestyle' di Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.
Ma'ruf menjelaskan, jaminan halal kini tak lagi melulu di produk makanan dan minuman. Halal telah berkembang ke sektor lainnya, seperti fesyen, obat-obatan, dan keuangan.
" Saat ini, halal tidak hanya melindungi, tetapi mengarah kepada bisnis, business opportunity," kata dia.
Populasi Muslim di dunia diperkirakan mencapai 1,8 miliar jiwa dengan jumlah kelas menengah mencapai 600 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan komunitas Muslim menjadi pasar yang menggiurkan.
Menurut catatan Kementerian Perindustrian, potensi pasar halal cukup besar. Pada 2014, pasar halal global mencatatkan nilai perputaran uang sebesar US$2,3 miliar, setara Rp29 triliun dan dipercaya akan terus berkembang. Pada 2019, pasar ini diprediksi akan tumbuh menjadi US$3,7 triliun, setara Rp48.053 triliun.
Ma'ruf mencontohkan, Korea Selatan mulai merambah bisnis laundry halal. Ketika ada barang non-halal masuk ke dalam pencucian mereka, mesin-mesin dan kontainer akan langsung dicuci.
" Kalau terkena najis mugholadloh (najis berat), mereka juga akan mencuci mesin dan kontainer mereka dengan debu. Sayangnya, debu yang dipakai itu debu dari Malaysia. Kita (Indonesia) belum bisa memproduksinya," kata dia.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi