Minggu, 11 Oktober 2026 Cari

Tahan Aksi Beli, Indeks Syariah Lanjut Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 Oktober 2016 16:38
Tahan Aksi Beli, Indeks Syariah Lanjut Melemah
Penguatan sektor tambang tak kuat melaju pelemahan indeks syariah.

Dream - Bursa saham syariah lagi-lagi ditutup melemah. Memerahnya bursa saham ini didorong oleh masih tingginya aksi jual pemodal asing dan ketidakpastian laju bursa saham Hong Kong.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 6 Oktober 201, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,462 poin (0,26%) ke level 177,975.

Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga melemah. Saham JII merosot 3,375 poin (0,45%) ke level 743,631.

Laju indeks saham syariah ISSI sempat bergerak menguat di sesi pembukaan dan menyentuh level tertinggi di 179,261. Namun munculnya kembali aksi jual memaksa ISSI melemah. Aksi beli jelang penutupan pun tak berhasil mengangkat laju ISSI

Sepanjang hari ini, saham syariah yang diperdagangkan sebanyak 24,49 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,24 triliun. Hanya 66 saham syariah yang harganya bergerak naik sementara 103 lainnya melemah dan 70 emiten stagnan.

Mayoritas indeks sektoral bergerak melemah. Hanya emiten sektor sektor pertambangan yang melesat 2,8 persen, barang konsumsi 0,53 persen, dan manufaktur 0,18 persen.

Sisanya, indeks sektoral turun ke zona merah dipimpin emiten infrastruktur yang melemah 1,51 persen, industri aneka 0,69 persen, da properti 0,35 persen.

Top gainer bluechisp syariah dihuni UNTR yang menguat Rp 600, PTBA Rp 400, UNVR Rp 350, JSMR Rp 80, dan ADRO Rp 70 per saham.

Sementara saham SCMA dan AKRA memimpin laju top losser dengan melemah Rp 150 dan Rp 100 per saham. Sisanya bertengger saham TLKM yang turun Rp 90, ASII Rp 75, dan PTPP Rp 70 per saham.

Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 12 poin (0,09%) ke level Rp13.002 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh nilai tukar tertinggi di kisaran Rp12.975 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar