Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Mavens, Prasad Kanumury.
Dream – Bonus biasanya diberikan perusahaan kepada karyawannya pada akhir tahun. Namun, ada juga, lho, perusahaan yang memberikan bonus kepada karyawan yang baru bekerja 45 hari. Syaratnya, dia harus resign sukarela.
Lho?
Dilansir dari CNBC, Kamis 6 Oktober 2016, sebuah perusahaan jasa konsultan industri kesehatan, Mavens, memberikan bonus sebesar 10 persen kepada karyawannya yang memutuskan untuk berhenti bakerja.
Aturan ini hanya berlaku bagi karyawan yang baru bekerja 45 hari. Jika mereka tidak senang dengan pekerjaan mereka, atau merasa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan harapan, karyawan berhak mendapatkan bonus tersebut.
CEO Mavens, Prasad Kanumury, mengatakan uang tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan karyawan dalam mencari pekerjaan baru.
“ Kami akan membiayainya ketika Anda mencari pekerjaan lain. Pergilah. Jangan buang waktu kami karena Anda sibuk mencari pekerjaan,” kata Prasad.
Dia mengakui kebijakan ini memang rawan terhadap kondisi fiskal perusahan. Namun, Prasad mengaku perusahaan bisa menekan risiko kerugian karena tak perlu repot-repot mengeluarkan biaya untuk melatih karyawannya.
Prasad mengatakan kebijakan ini justru membuat karyawan mereka semakin betah. Tak ada karyawan yang menggunakan manfaat yang diberikan perusahaan ini. Para karyawan Mavens justru memberikan penilaian baik bagi perusahaan tersebut.
Sekadar informasi, perusahaan ini memberikan fleksibilitas bagi karyawannya untuk bekerja. Karyawan tak harus bekerja di kantor. Mereka bisa mengerjakan tugas mereka di mana pun asalkan pekerjaan mereka bisa selesai dan ada pengaruhnya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya