Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Fenomena Padepokan Dimas Kanjeng telah menghebohkan masyarakat. Ribuan orang 'mempertaruhkan' hartanya demi bisa digandakan oleh sang panutan mereka, Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Muncul pertanyaan, mengapa orang rela mengeluarkan uang demi ajaran yang tak logis ketimbang berinfak atau berzakat? Padahal, dana yang terkumpul di padepokan itu dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia jika disedekahkan.
Direktur Koordinator Zakat Nasional Mohd Nasir Tajang mengatakan, fenomena Padepokan Dimas Kanjeng membuktikan lemahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya zakat.
Persoalan ini, kata dia, menjadi pekerjaan rumah bagi lembaga amil zakat (LAZ) dalam mengedukasi masyarakat.
" Ini menjadi pekerjaan rumah semua. Ke depannya kami akan usahakan lebih giat mengedukasi masyarakat," ucap Nasir, di gedung Baznas, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.
Menurut pemahaman Nasir, orang-orang yang berzakat kemungkinan besar tidak akan tergelincir pada perbuatan sesat semacam itu. Sebab, zakat pada dasarnya akan membuat orang lebih produktif.
" Tidak mungkin hasilnya bagus dan barokah tanpa kerja keras. Dalam agama tak dikenal yang instan," kata dia.
Keutamaan zakat, kata dia, lebih dari sekedar meningkatkan produktivitas semata. Zakat juga 'melindungi' untuk berbuat zalim.
" Istilahnya, zakat kan melindungi dan memperbaiki. Allah akan melindungi orang yang berzakat agar hartanya tidak sia-sia," ucap dia. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
