Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pasar Sepi Transaksi, Indeks Saham Syariah Fluktuatif

Reporter : Syahid Latif
Senin, 26 Mei 2014 10:37
Pasar Sepi Transaksi, Indeks Saham Syariah Fluktuatif
Indeks bursa saham yang bergerak menguat di awal perdagangan, sempat bergerak melemah dan masuk zona merah. Minimnya sentimen dan sepinya transaksi perdagangan bakal mewarnai perdagangan hari ini.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali menatap level 5.000 setelah adanya aksi beli dari para pemodal. Sayang, penguatan di awal perdagangan ini masih fluktuatif dan sempat membawa indeks masuk zona merah.

Pada sesi pra-pembukaan perdagangan saham Senin, 26 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 11,63 poin (0,23%) ke level 4.984,69.

Sayang, penguatan di awal perdagangan ini  tak bertahan lama. IHSG kembali tertekan dan masuk zona merah.

Hal yang sama terjadi pada indeks berisi efek syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat dan sempat menyentuh level tertinggi 164,6. ISSI sempat jatuh ke zona merah namun berhasil kembali menguat.

Sementara indeks saham bluechips syariah juga mengalami tren fluktuatif. Indeks yang dibuka menguat sempat merosot ke level 671,16. Hingga perdagangan pukul 10.09 WIB, indeks JII kembali masuk zona positif dan mencetak leve 672,74.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam publikasi risetnya mengatakan, sentimen Pemilu hingga akhir pekan lalu masih tetap mengangkat IHSG di bawah resisten 4.975.

" IHSG kembali ke dalam trend naik jangka pendek semenjak hari Kamis, dengan aksi beli dari pemodal asing yang cukup kuat, disamping juga posisi-posisi spekulatif yang diperlihatkan oleh pelaku pasar pada saham-saham pertambangan batubara," katanya.

Sentimen dari bursa regional terlihat masih minim mengingat bursa New York nanti malam bakal libur. Dari bursa nasional, libur yang akan berlangsung pada Selasa dan Kamis ini, akan mendorong pelaku pasar mengurangi aktifitas transaksi.

Namun, lanjut Satrio, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa sentimen pemilu presiden, masih akan tetap kuat. Hal ini berarti IHSG bisa saja mengalami koreksi dan akan menjadi kesempatan yang terbaik untuk melakukan akumulasi.

Beri Komentar