Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aksi lepas saham besar-besaran investor asing menjungkalkan bursa saham Indonesia. Padahal sebagian besar indes regional bergerak menguat dan harga minyak mengalami kenaikan.
Investor asing hari ini memang melakukan aksi lepas saham besar-besaran. Hingga sesi penutupan, tercatat investor asing menarik dana hingga Rp 815 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 26 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun hingga 1,786 poin (1,11%) ke level 158,950.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bahkan terjun hingga 12,394 poin (1,83%) ke level 666,417.
Sepanjang hari laju indeks syariah mendekam di teritori merah. ISSI bahkan sempat terjun bebas hingga ke level terendah 158,119.
Dengan transaksi Rp 3,17 triliun, aksi jual investor mendorong 127 emiten syariah menutup perdagangan di zona negatif. Hanya 72 emiten syariah yang bergerak menguat dan 29 lainnya bertahan stagnan.
Tercatat hanya dua sektor emiten yang bisa menguat di tengah aksi lepas saham asing. Kedua indeks sektoral itu adalah pertanian yang naik 2,63 persen dan perdagangan 0,04 persen.
Tekanan cukup kuat dialami indeks sektor infrastruktur yang terkoreksi 2,11 persen. Disusul keuangan 1,89 persen, barang konsumsi 1,86 persen, dan industri aneka 1,68 persen.
Saham-saham penghuni top losser indeks JII kali ini dihuni oleh UNVR yang turun Rp 875, UNTRRp 500, SMGR Rp 225, INDF Rp 200, dan ICBP Rp 175 per saham.
Sementara di susunan top gainer JII bercokol saham-saham AALI yang naik Rp 550, LPPF Rp 200, LSIP Rp 55, LGAS Rp 35, dan WIKA Rp 25 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah justru bergerak menguat disaat sebagian mata uang utama dunia mengalami koreksi. Sore ini rupiah naik tipis 1 poin (0,01%) menjadi Rp 13.198 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya