Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi (sumber: Merdeka.com)
Dream - Langkah drastis dilakukan negeri kaya minyak Arab Saudi. Kabinet negara tersebut sepakat melepaskan ketergantungan ekonominya terhadap minyak bumi. Beberapa langkah untuk " move on" pun dipersiapkan.
Salah satunya adalah melepas saham perusahaan minyak milik pemerintah, Saudi Aramco.
" Kita masih bisa hidup tanpa minyak pada tahun 2020," kata Putera Mahkota Kerajaan, Pangeran Mohammed bin Salman dikutip dalam BBC News, Selasa 26 April 2016.
Mohammed mengatakan lebih dari 70 persen pendapatan negara berasal dari minyak. Namun, tahun 2015, pendapatan mereka tergerus akibat harga minyak dunia yang anjlok.
Menurut Mohammed, kerajaan Saudi akan mendiversifikasi ekonomi mereka, seperti menanamkan investasi di pertambangan mineral dan produksi alat militer. Saudi juga akan mengizinkan ekspatriat muslim untuk bekerja di Arab Saudi dalam jangka panjang, serta mengizinkan partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan.
Semuanya rencana besar kerajaan kaya minyak ini tercantum dalam rencana Visi 2030.
Salah satu aksi besar yang tengah dirancang Saudi adalah menjual saham Aramco sebesar 5 persen. Ini adalah perusahaan minyak pemilik cadangan minyak mentah terbesar di dunia.
Rencananya, sebagian hasil penjualan saham perusahaan yang bervaluasi US$2,5 triliun atau Rp33.062 triliun, akan dialokasikan untuk dana yang dikelola perusahaan pengelol investasi (sovereign wealth fund).
" Penjualan saham Aramco sebesar 1 persen saja akan menghasilkan (dana) yang cukup besar, melebihi penjualan Facebook dan Alibaba," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Aramco, Amin Nasser, menyambut baik rencana pemerintah Arab Saudi. Amin mengatakan rencana penjualan saham Aramco sebesar 5 persen tersebut, akan meningkatkan performa perseroan.
" Kami akan melanjutkan transformasi bisnis dalam rangka melakukan investasi di sektor strategis," kata Amin dalam cuitan di akun Twitter resminya, dikutip dari Arabian Business.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
