Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pegawai Pertamina (Facebook @Pertamina)
Dream - PT Pertamina membuat terobosan baru dalam produk gas elpiji. Jika selama ini hanya dikenal LPG ukuran 3 Kg, 12 Kg, dan yang terbaru 5,5 Kg atau tenar dengan sebutan Bright Gas Pink, Pertamina memperkenalkan gas dalam bentuk kalengan.
Diberi nama Bright Gas Can, varian baru elpiji ini dibuat dalam kemasan dengan berat 220 gram. Bentuknya yang kecil dalam kalengan membuat varian ini dinilai cocok untuk portable cooking.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region III, Dian Hapsari Firasati menjelaskan, produk ini memang didedikasikan untuk keperluan memasak yang lebih praktis.
" Misalnya untuk kegiatan di luar ruangan seperti saat berkemah atau aktivitas memasak dengan kompor portable," ujarnya dikutip dari siaran pers Pertamina, Kamis, 5 April 2018.

Pertamina mematok harga Bright Gas Can di pasaran Rp17.000 per kaleng. Selain melalui Contact Pertamina, varian baru elpiji ini juga dikaim sudah tersedia di sejumlah modern minimarket yang berlokasi di dekat area perumahan di Jabodetabek dan Bright Store wilayah Jawa dan Bali.
" Rencananya kami akan terus memperluas area penjualan dan menambah outlet yang bekerjasama untuk penyediaan Bright Gas Can ini," tambahnya.
Dian menambahkan, kehadiran produk ini melengkapi varian produk LPG yang disediakan Pertamina untuk memasak. Sebelumnya, Pertamina telah menyediakan Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg yang sudah tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
(sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya